Wali Kota Singkawang Ajak Masyarakat Galakkan Padi Bebas Residu

Tjhai Chui Mie mengajak masyarakat untuk bersama-sama menggalakkan budi daya tanaman padi bebas dari residu pestisida

Wali Kota Singkawang Ajak Masyarakat Galakkan Padi Bebas Residu
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie melakukan penanaman pohon manggis di Kelurahan Setapuk Besar, Kecamatan Singkawang Utara, Sabtu (22/6/2019) 

Wali Kota Singkawang Ajak Masyarakat Galakkan Padi Bebas Residu

SINGKAWANG - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengajak masyarakat untuk bersama-sama menggalakkan budi daya tanaman padi bebas dari residu pestisida.

Penggunaan pestisida kimia secara masif memang dapat menyelamatkan pertanaman dari kegagalan panen, akan tetapi penggunaan pestisida kimia yang terus menerus dan dalam jumlah yang tinggi dapat merugikan alam dan manusia sendiri.

Akibat pemakaian pestisida, keseimbangan ekologi dapat terganggu karena terbasminya musuh alami. Pestisida kimia juga dapat menjadi residu pada produk yang dihasilkan.

"Untuk menekan dampak merugikan tersebut perlu digalakkan budidaya tanaman yang mengurangi penggunaan pestisida kimia," katanya, Senin (24/6/2019).

Baca: Kalbar 24 Jam - Aksi Driver Ojol Ringkus Jambret, Perahu Tenggelam Sungai Landak, hingga Vandalisme

Baca: Mendikbud Tambah Kuota Jalur Prestasi, Hari Ini Mulai Penerimaan Siswa Baru

Baca: Daftar Tim Lolos Perempat Final Copa America 2019: Brazil, Kolombia dan Peru Menunggu Lawan

Budi daya Padi Bebas Residu di Kota Singkawang dilaksanakan seluas 2.000 Ha yang tersebar di 5 Kecamatan dengan jumlah CPCL (Calon Petani Calon Lokasi) Kelompok Tani Penerima Manfaat sebanyak 116 Kelompok Tani.

Untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat dan berkualitas, maka harus tersedia pangan secara cukup dan bermutu.

Sehingga beras yang dikonsumsi harus beras sehat bebas residu bahan kimia, khususnya residu pestisida yang dapat membahayakan kesehatan manusia.

Pestisida kimia perlu diganti dengan teknologi pengendalian alternatif, yang lebih banyak memanfaatkan bahan dan metode hayati, termasuk musuh alami hama, pestisida hayati dan feromon yakni zat perangsang organisme pengganggu tanaman.

Dengan cara ini, dampak negatif penggunaan pestisida terhadap kesehatan dan lingkungan dapat dikurangi.

"Untuk itu perlu digalakkan budidaya padi bebas residu, terutama ditujukan terhadap kualitas hasil gabah atau beras," tuturnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved