PPDB di Ketapang Terapkan Sistem Zonasi, Komunitas Perahu Edukasi Soroti Hal Ini

"Ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam merealisasikan sistem zonasi, yakni dampak positif dan negatifnya,” ucap Alumni IAIN Kota Pontianak ini.

PPDB di Ketapang Terapkan Sistem Zonasi, Komunitas Perahu Edukasi Soroti Hal Ini
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Komunitas Perahu Edukasi Ketapang, Fachrur Rizal 

PPDB di Ketapang Terapkan Sistem Zonasi, Komunitas Perahu Edukasi Soroti Hal Ini

KETAPANG - Penerapan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 masih menjadi perbincangan, bahkan tak sedikit protes yang datang ke Pemerintah Pusat atas penerapan sistem ini.  

Untuk di Kabupaten Ketapang sendiri, sistem zonasi akan diterapkan mulai hari ini Senin (24/06/2019) pada PPDB di seluruh tingkatan, mulai Taman Kanan-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Penerapan tersebut berdasarkan Permendikbud RI nomor 51 tahun 2018 tentang PPDB, yang kemudian disusun dalam bentuk Peraturan Bupati (Perbub) tentang penetapan sistem zonasi dalam proses PPDB tahun ajaran 2019. 

Atas Permendikbud itu, Ketua Komunitas Perahu Edukasi Ketapang, Fachrur Rizal angkat bicara mengenai pemberlakuan sistem zonasi PPDB. Menurutnya, hal ini tentu akan menjadi pro dan kontra dalam masyarakat.

Baca: PGRI Ketapang Dukung Penerapan Sistem Zonasi di Ketapang

Baca: Disdik Ketapang Akan Awasi Penerapan Sistem Zonasi dalam PPDB 2019

“Kita bicara tingkat Daerah secara menyeluruh, tentu ada pro dan kontra. Sebab sistem ini akan berimplikasi terhadap orang tua, khususnya anak didik yang akan bingung dalam menentukan hendak kemana melanjutkan pendidikannya,” kata Rizal, Senin (24/06/2019). 

Pada prinsipnya, menurut Rizal Komunitas Perahu Edukasi yang merupakan relawan peduli pendidikan di Ketapang sangat menyambut baik atas Permendikbud ini.

Sehingga tidak ada lagi istilah sekolah favorit dan unggulan yang akan menjadi rebutan anak didik berprestasi atau memiliki nilai rata-rata UN tinggi. 

“Namun daripada itu, ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam merealisasikan sistem zonasi, yakni dampak positif dan negatifnya,” ucap Alumni IAIN Pontianak ini.

Baca: Bupati Martin Rantan Sampaikan Nota Pengantar Raperda APBD Kabupaten Ketapang Tahun 2018

Baca: Operasi Pekat Polres Ketapang Amankan 11 Pasangan Tak Resmi

Rizal pun menjelaskan dampak positif dari sistem zonasi tersebut, diantaranya, memberikan kesempatan untuk sekolah-sekolah lainnya yang akan mendapatkan pemerataan dari segi kuantitas anak didiknya.

Sehingga berdampak pula terhadap kemajuan dan perkembangan baik atas lembaganya. Kemudian, tidak adanya lagi sekolah tertinggal. Dan terakhir pemerataan kualitas anak didiknya. 

Sementara untuk negatifnya yaitu, belum siapnya lembaga pendidikan atau sekolah terhadap sistem zonasi ini jika diterapkan secara menyeluruh, sehingga perlu sosialisasi secara merata. Serta ketidaksiapan tenaga pendidik.

Selanjutnya, belum tersedianya anggaran disetiap daerahnya, kompetensi pendidik yang tak linier atas bidangnya, terbatasnya sarana dan prasarana yang memungkinkan kecilnya minat anak didik untuk melanjutkan pendidikan di sekolah terdekat.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved