69 SMPN di Landak Siap Terapkan Sitem Zonasi Dalam PPDB

Sekolah itu sekarang dipandang sama kualitasnya, makanya sitem zonasi itu diterapkan Pemerintah

69 SMPN di Landak Siap Terapkan Sitem Zonasi Dalam PPDB
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Penerimaan peserta didik baru 

69 SMPN di Landak Siap Terapkan Sitem Zonasi Dalam PPDB

LANDAK - Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendudikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 51 tahun 2018, pemerintah mulai menerapkan Peneriman Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi.

Begitu juga untuk di Kabupaten Landak, sistem zonasi akan diterapkan. "Iya pakai sitem zonasi, yakni berdasarkan radius tempat tinggal," ujar Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan dan Kebudaayaan (Disdikbud) Landak, Sulamin ditemui Tribun di Kantornya pada Selasa (18/6/2019).

Sesuai radius tempat tinggal yang dimaksud menurut Sulamin, ia mencontohkan seperti yang dari Sidas tidak lagi sekolah di Ngabang. "Karena di sana (Sidas) sudah ada sekolah," katanya.

Selain dengan sitem zonasi, dalam PPDB itu ada juga kriteria lain.

Baca: Resmikan Operasional Kantor Koramil Belitang, Ini Pesan Danrem 121/ABW

"Jadi sistem zonasi ada 90 persen, jalur prestasi 5 persen, dan jalur tempat tinggal orangtua ada 5 persen. Jalur tempat tinggal orang tua ini seperti si anak didik numpang di rumah keluarganya," beber Sulamin.

Disampaikannya, tujuan dari sitem zonasi ini supaya tidak lagi bertarik-tarik siswa.

"Tidak ada lagi sekolah yang bagus dan sekolah yang tidak bagus, semua sama. Jadi sudah diterapkan dua tahun ini untuk di Landak," jelasnya.

Baca: Sutarmidji: Instalasi Anak Berkebutuhan Khusus di RSJ Sungai Bankong Tidak Layak

Baca: Muda Mahendrawan: Pelayanan Kesehatan Bukti Kehadiran Pemerintah

Dengan demikian, dasar pemikira tidak ada lagi sekolah di kota lebih baik dari sekolah di kampung.

"Sekolah itu sekarang dipandang sama kualitasnya, makanya sitem zonasi itu diterapkan Pemerintah," sambungnya.

Disinggung terkait kesiapan dan kelengkapan para guru di tiap-tiap sekolah. Ia mengakui saat ini memang masih jadi kendala "Kalau terkait guru, jika dilihat kenyataan di lapangan banyak kurang. Terutama di Kampung, dan di Kota pun masih ada yang kurang," ungkapnya.

"Ditambah lagi sekarang penerimaan pegawai terbatas, beberapa tahun moratorium. Solusinya, kalau ada guru yang lebih, tetap kita mutasikan ke sekolah yang kurang," sambungnya.

Selain itu, memperhatikan kelebihan dan kekurangan guru, juga melihat kebutuhan sekolah. "Kita di Landak ini ada 101 SMP. Dimana SMP Negeri ada 69 dan sekolah swasta ada 37," pungkasnya.

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved