Sekretaris DAD Sanggau: Masih Banyak Masyarakat Disepanjang Perbatasan Belum Nikmati Listrik

Urbanus SSos menyampaikan, Jika ini benar, tentunya merupakan kerjasama antar negara yakni Indonesia dan Malaysia

Sekretaris DAD Sanggau: Masih Banyak Masyarakat Disepanjang Perbatasan Belum Nikmati Listrik
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau, Urbanus SSos 

Sekretaris DAD Sanggau: Masih Banyak Masyarakat Disepanjang Perbatasan Belum Nikmati Listrik

SANGGAU - Terkait dengan adanya informasi bahwa Sarawak incar penjualan listik ke Indonesia khsusnya Kalbar. Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau, Urbanus SSos menyampaikan, Jika ini benar, tentunya merupakan kerjasama antar negara yakni Indonesia dan Malaysia.

"Kita di daerah ikut saja, Karena hubungan luar negeri. Tetapi sepanjang itu bisa mengakomodir kebutuhan listrik disepanjang perbatasan negara dan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia dan saling menguntungkan baik secara ekonomi dan politik, Saya sangat setuju, "katanya, Selas (18/6/2019).

Bisa dibayangkan, lanjut mantan anggota DPRD Sanggau itu, sepanjang Indonesia merdeka banyak masyarakat disepanjang perbatasan belum menikmati listrik dan air bersih.

"Kerjasama ekonomi antar negara tidak bisa dihindari, Apalagi berbatasan langsung daratan kemudian kultur budaya dan etnik sangat dekat antara Kalimantan Indonesia dan serawak Malaysia. Jadi kerja sama listrik
Tidak perlu di khawatir kan, "tegasnya.

Baca: TERPOPULER- Mahasiswi UNS Asal Kalbar Tewas, Sindikat Narkotika Jalur Laut, hingga Ibukota Indonesia

Baca: BREAKING NEWS - Siswi Kalbar Jadi Budak Seks Oknum Guru, Videonya Tersebar ke Warga

Baca: Dirilis Tahun 2019, Berikut Deretan Lagu-lagu K-Pop Paling Laris di Platform Streaming Musik Spotify

Dikatakanya, di Kecamatan Noyan khususnya, masih banyak belum ada listrik PLN. Desa Sungai Dangin misalnya, berdekatan dengan ibu Kota Kecamatan Noyan dan merupakan perbatasan Indonesia Malaysia.

"75 tahun indonesia merdeka listrik belum ada. Bukan barang mewah listrik, air bersih, tapi itu kebutuhan dasar saat ini, "tegasnya.

Selama Indonesia merdeka, Pemerintah pusat tidak mampu menyediakan prasarana keduanya.
"Di desa-desa yang ada di Kabupaten Sanggau yang notabene berbatasan langsung dengan negara tetangga tidak suatu yang istimewa listrik dan air bersih, Kenapa sampai saat ini masih banyak rakyat Indonesia khususnya diperbatasan belum mendapatkannya, "pungkasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved