Sedang Berlangsung & Link Live Streaming Breaking News Kompas TV - Ungkap Dalang Kerusuhan 21-22 Mei
Seperti di antaranya soal penanganan kasus senjata api ilegal. Ini juga untuk menjawab soal narasi di media sosial yang berbau hoaks atau berita bohon
Penulis: Rihard Nelson Silaban | Editor: Rihard Nelson Silaban
Sedang Berlangsung & Link Live Streaming Breaking News Kompas TV - Ungkap Dalang Kerusuhan 21-22 Mei
Sedang berlangsung Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Muhammad Iqbal menyampaikan hasil perkembangan penyelidikan dan penyidikan kasus kerusuhan 21-22 Mei 2019.
Seperti di antaranya soal penanganan kasus kepemilikan senjata api ilegal. Ini juga untuk menjawab soal narasi di media sosial yang berbau hoaks atau berita bohong.
Berita dapat diakses lewat link live streaming
Sebelumnya, Polisi akan mengupas tokoh-tokoh yang diduga sebagai dalang kerusuhan 21-22 Mei 2019 di beberapa titik di Jakarta, pada Selasa (11/6/2019) pukul 14.00 WIB.
Berdasarkan agenda resmi dari Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Kelembagaan Kemenko Polhukam, konferensi pers akan dilakukan oleh Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal M Iqbal dan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal Sisriadi.
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menuturkan bahwa pengungkapan hingga menyangkut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tokoh-tokoh tersebut.
"Kita kan ingin penjelasan detail dan lengkap mengenai tokoh-tokoh yang ditangkap. Besok (hari ini), jam 10.00 (menjadi 14.00) WIB, akan disampaikan oleh timnya yang berwenang," ujar Wiranto di kantor Kemenko Polhukam Jakarta, Senin (10/6/2019).
"Besok itu bukan sekadar informasi saja. Tetapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) mereka juga," lanjut dia.
Sebagai informasi, aksi demonstrasi menolak hasil Pilpres 2019 pada 21-22 Mei 2019 berbuntut kericuhan di beberapa titik di Ibu Kota, seperti depan Gedung Bawaslu, Tanah Abang, dan Petamburan.
Menurut Polri, kerusuhan itu direncanakan dengan menunggangi aksi unjuk rasa menolak hasil Pilpres 2019.
Ada pihak yang ingin menciptakan martir agar memicu kemarahan rakyat terhadap aparat keamanan. Mereka ingin kerusuhan meluas.
Baca juga: Polisi Tangkap 4 Perusak Mobil Brimob Saat Kerusuhan 22 Mei di Flyover Slipi