Volume Meningkat, Edi Kamtono Lemburkan Pekerja Untuk Angkut Sampah

Memang yang paling berat itu bagaimana kita berkomitmen untuk melaksanakan disiplin dan ketertiban umum,

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Proses pengangkutan Sampah menggunakan Eksavator di pasar mawar Pontianak, Senin (16/6/2019) 

Volume Meningkat, Edi Kamtono Lemburkan Pekerja Untuk Angkut Sampah

PONTIANAK - Mendekati hari raya dan pasca hari raya, volume sampah di Kota Pontianak mengalami peningkatan secara signifikan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat di temui Tribun di kantor DPRD Kota Pontianak, Senin (10/6/2019).

Bahkan, Edi menyampaikan peningkatan sampah pasca hari raya mencapai 2 kali lipat dibanding hari biasa, oleh sebab itu, Edi menyampaikan bahwa untuk mengantisipasi sampah yang menggunung pihaknya telah melembutkan pekerja untuk melakukan pengangkutan sampah.

"Kita mulai hari pertama lebaran sampai sekarang sudah kita lemburkan, ini kerja ekstra, karena volume sampah meningkat dua kali lipat, kita bisa lihat di TPS di depo - depo kita, dan ini juga masalahnya angkutan, dimana jembatan Kapuas 1 landak 1 menghambat angkutan kota ke Utara, harapan kedepan kita tidak rasaka ln lagi efek sampah yang membludak,"ujar Edi Kamtono

Baca: Hari Perdana Masuk Kantor Pasca Libur Lebaran, Tingkat Kehadiran ASN Capai 90 Persen

Baca: Pesta Sabu di Kandang Sapi, Tiga Pria Ditangkap Polisi

Edi menyampaikan bahwa pihaknya juga hingga kini masih banyak menemukan warga yang membuang sampah sembarangan, dan tidak sesuai dengan waktu yang di tentukan, namun tipiring yang beriman dinilai masih belum memberikan efek jera kepada oknum masyarakat yang membandel.

"Banyak sekali yang sudah kita tipiring, dan memang efek tipiring ini masih kurang memberikan efek jera, saat ini dendanya masih sedikit, kita harapkan kalau bisa dendanya tinggi, misalnya dendanya 5 juta subsider 1 Minggu kurungan kalau tidak mampu, jadi orang jera, ini dendanya masih Rp100 ribu, Rp150 ribu, jadi besok gitu lagi bayar lagi, ndak ada efek jeranya," tambah Edi Kamtono.

Dirinya bahkan merasa miris karena masyarakat masih banyak yang membuang sampah ke parit dan ke sungai dan tak memikirkan masa depan lingkungan.

"Memang yang paling berat itu bagaimana kita berkomitmen untuk melaksanakan disiplin dan ketertiban umum, kalau ini bisa teratur, kenapa kalau kita berada di negara lain di daerah lain bisa teratur, bisa tertib, kenapa dikita buang sampah sembarangan, tidak memikirkan nasib masa depan anak cucu kita, membuang sampah di parit, di sungai,"jelas Edi Kamtono.

Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved