Warga Manis Mata Ketapang Digegerkan Penemuan Perempuan Diduga Gantung Diri

Korban ditemukan gantung diri disebuah warung sekaligus tempat tinggal suami dan kedua anaknya yang terletak dilokasi dekat pabrik PT MSL

Warga Manis Mata Ketapang Digegerkan Penemuan Perempuan Diduga Gantung Diri
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Warga Manis Mata Digegerkan Dengan Penemuan Seorang Perempuan Gantung Diri 

Warga Manis Mata Ketapang Digegerkan Penemuan Perempuan Diduga Gantung Diri

KETAPANG - Warga Desa Sungai Buluh Kecamatan Manis Mata digegerkan dengan adanya penemuan seorang perempuan berinisial BA (30) yang diduga bunuh diri dengan cara gantung diri di Dusun Sungai Buluh Kanan Desa Sungai Buluh Kecamatan Manis Mata, Kamis (06/06/2019).

Korban ditemukan gantung diri disebuah warung sekaligus tempat tinggal suami dan kedua anaknya yang terletak dilokasi dekat pabrik PT MSL Desa Sungai Buluh, Kecamatan Manis Mata.

Kapolres Ketapang, AKBP Yuri Nurhidayat, melalui Kapolsek Manis Mata AKP Yafet Efraim Patabang ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa kejadian diketahui atas laporan warga tentang adanya seorang perempuan yang diduga bunuh diri dengan cara gantung diri.

"Berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan keterangan beberapa saksi bahwa pada hari Rabu (05/06) sekira jam 22.00 Wib, Korban, Supan (suami korban), dan kedua anak mereka tidur disebuah warung yang sekaligus sebagai tempat tinggal mereka," jelasnya Minggu (09/06/2019).

Baca: BUMDes Samba Utama di Kecamatan Manis Mata, Ketapang

Baca: Murid SD Manis Mata Ketapang Jadi Korban Nafsu Bejat Oknum Guru, Rumah Dinas Jadi Saksi Bisu

"Sekitar jam 07.00 Wib, suami korban terkejut mendengar teriakan anaknya membangunkan suami korban, suami korban langsung bangun dan mendapati istrinya sudah tergantung pada seutas kain panjang yang diikatkan ke bagian reng atas rumah warung tersebut, dan bawahnya diikatkan ke bagian leher korban," katanya melanjutkan.

Ia menambahkan, setelah ditemukan tergantung suami korban langsung berupaya menurunkan tubuh korban dan disaksikan oleh anak korban dan saksi-saksi lainnya yang saat itu datang ke warung untuk membeli rokok.

"Saat petugas unit Reskrim datang ke TKP, Posisi korban sudah tidak lagi tergantung lantaran sudah diturunkan oleh suami korban dibantu dengan warga yang kebetulan ada di TKP. Keluarga menolak untuk dilakukan Otopsi karena meyakini bahwa korban memang sengaja berniat bunuh diri," pungkas AKP Yafet Efraim Patabang.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved