Liga Champions Diusulkan Punya Format Baru, Ada Sistem Degradasi dan Promosi
"Ada banyak klub yang berada dalam resiko terbesar karena tidak dapat tumbuh dalam sistem Eropa karena sistem akses saat ini," ucap Agnelli.
Liga Champions Diusulkan Punya Format Baru, Ada Sistem Degradasi
LIGA Champions diusulkan dilaksanakan dengan menggunakan format baru.
Direncanakan untuk diterapkan tahun 2024 mendatang, format baru ini dikabarkan sudah dibuat.
Dikutip dari Kompas.com yang melansir laporan El Partidazo de COPE dan Radio MARCA, Liga Champions dengan format baru ini masih akan terdiri dari 32 tim.
Namun tak seperti turnamen saat ini, seluruh tim nantinya akan dibagi menjadi empat grup, masing-masing terdiri atas delapan tim.
Baca: Divock Orogi Jadi Pahlawan di Final Liga Champions, Liverpool Pasang Pagar
Baca: 7 Fakta Baru Setelah Final Liga Champions 2018/2019 Liverpool Vs Tottenham
Empat tim peringkat teratas dari tiap grup akan lolos ke 16 besar, sedangkan empat tim terbawah di tiap grup akan otomatis terdegradasi ke Liga Europa.
Tim peringkat enam dan tujuh dari masing-masing grup akan bermain di laga play off untuk menghindari degradasi.
Tim yang kalah di babak play off nantinya akan ikut terdegradasi ke Liga Europa di musim berikutnya.
Jadi nantinya akan ada delapan tim yang terdegradasi.
Pembagian grup dengan format baru akan membuat lebih banyak pertandingan di babak penyisihan, yakni mencapai 14 laga.
Padahal, saat ini jumlah pertandingan di babak penyisihan hanya ada enam laga.
Baca: UEFA Rilis Skuad Terbaik Liga Champions 2018/2019, Liverpool & Ajax Lima Pemain, Tottenham Tiga
Baca: Juara Liga Champions 2019, Juergen Klopp Puji Skuat Liverpool yang Tampil dengan Mentalitas Monster
Kondisi inilah yang diyakini membuat akan ada pertandingan yang dihelat di akhir pekan.
Belum disebutkan bagaimana nasib tim yang terdegradasi, namun memiliki pencapaian yang apik di liga domestik.
Yang pasti, rencana format baru ini akan dipresentasikan pada pertemuan UEFA di Monaco pada Agustus mendatang.
Banyak pihak yang sudah menyatakan menentang perubahan format ini, meliputi Premier League, Bundesliga, hingga tujuh klub Spanyol anggota asosiasi klub Eropa (ECA), yakni Atletico Madrid, Sevilla, Valencia, Athletic Bilbao, Villarreal, Real Sociedad dan Malaga.