Dinas Sosial Imbau Masyarakat Jeli Terhadap Peminta Sumbangan Ilegal Selama Ramadan

Muhlisin (47) mengatakan peminta sumbangan tersebut tidak hanya anak-anak, bahkan orang dewasa juga ada.

Dinas Sosial Imbau Masyarakat Jeli Terhadap Peminta Sumbangan Ilegal Selama Ramadan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Ya'M NURUL ANSHORY
Kabid Sosial, Dinsos PPAPM-Pemdes Kabupaten Mempawah, Heru Agung. 

"Kalau mereka jelas surat nya kita tidak keberatan, masyarakat juga seharusnya lebih selektif dalam memberi, teliti dahulu darimana asal mereka dan siapa yang meminta, sebab kita khawatir uang hasil sumbangan disalahgunakan," tuturnya.

Peminta Sumbangan Harus Ada Ijin Bupati Mempawah

Menanggapi hal tersebut, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Dinsos PPAPM-Pemdes) Kabupaten Mempawah, melalui Kabid Sosial, Heru Agung mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari masyarakat dan instansi yang merasa diberatkan.

"Masyarakat meminta kita mengeluarkan surat himbauan agar tidak ada yang mempercayai peminta sumbangan ilegal itu, seperti kemarin kita ada menerima laporan dari Pegadaian, peminta sumbangan tersebut mengatasnamakan Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) namun itu ilegal, karena alamatnya di kantor kita, lagipula PPCI sedang di vakumkan karena sedang pergantian pengurus," ujarnya, Senin (3/6/2019) pagi.

Heru menjelaskan, peminta sumbangan ilegal tersebut bisa mengatasnamakan siapa saja dan meminta apa saja, tidak mesti meminta uang, dan itu sedang marak terjadi di bulan ramadan ini.

"Langkah kita sebenarnya sudah ingin melakukan razia, cuma waktunya tidak bisa kita tentukan, namun kita sudah memberikan peringatan kepada masyarakat mengenai peminta sumbangan ilegal tersebut, melalui media sosial," ujarnya.

Heru menambahkan, maraknya peminta sumbangan memang membuat resah masyarakat sebab mereka ada yang datang dari luar daerah dan mengatasnamakan Pondok Pesantren dan Masjid-masjid.

"Kalau ada yang datang meminta sumbangan, dari luar daerah harus dilihat apakah mereka punya ijin dari Gubernur apa tidak, kalau dari dalam daerah harus ada ijin dari Bupati, jika tidak ada, jangan diterima, laporkan langsung ke Desa," tegasnya.

Kalau minta sumbangan Masjid sekitar domisili itu biasa kata Heru, kalau dari wilayah lain, merambah ke Desa lain itu harus ada ijin Bupati.

"Saya minta masyarakat harus jeli dan waspada terhadap peminta sumbangan ilegal dan tidak berijin," ucapnya.

Terakhir, Heru mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas untuk mengeluarkan himbauan resmi. "Karena sudah ada yang melapor ke kita, maka akan kita buat himbauan resmi untuk menangkalnya," pungkas Heru.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved