Kebakaran di Pontianak Utara

Cara Forensik Ungkap Identitas Jasad Yang Terpanggang di Lokasi Kebakaran

Kebakaran yang menyebabkan satu orang meninggal dunia terpanggang api terjadi dini hari tadi di gang Teluk Betung, jalan sungai Selamat

Cara Forensik Ungkap Identitas Jasad Yang Terpanggang di Lokasi Kebakaran
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bripka Agung Utomo saat proses Evakuasi Jasad korban kebakaran 

Forensik Jelaskan Cara Pengungkapan Identitas Jasad Yang Terpanggang di Lokasi Kebakaran

PONTIANAK - Kebakaran yang menyebabkan satu orang meninggal dunia terpanggang api terjadi dini hari tadi di gang Teluk Betung, jalan sungai Selamat, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, Kamis (30/5/2019) sekira pukul 02.30 WIB

Saat dilakukan upaya pemadaman, pihak pemadam tidak menemukan adanya korban jiwa, namun saat sekitar pukul 06.00 WIB, ketika warga berada di lokasi, warga terkejut melihat adanya sesosok jasad yang hangus terbakar bahkan sudah tidak utuh lagi.

Tim Inavis Polresta Pontianak, Bripka Agung Utomo mengungkapkan bahwa saat dirinya dilokasi dan melakukan evakuasi, Kondisi jenazah dalam keadaan menggenaskan dimana korban dalam keadaan hangus terbakar.

"Jasad korban saat ditemukan ini hangus terbakar, ditandai bau daging terbakar dan kondisi tangan dan kaki sempat putus akibat hancur terbakar. Dan kondisi bagian kepala yang pecah akibat hangus terbakar,"ujarnya.

Baca: Gabung Remaja Mujahidin Pontianak, Abdul Hafiz Mendapat Ketenangan Hati

Baca: Ada Informasi Tiket Sejumlah Rute Domestik Capai Harga Lebih dari Rp 20 Juta, Ini Kata Kemenhub

Baca: Mahkamah Konstitusi Jaga Independensi! Mahfud MD : Jangan Mau Diintervensi & Jangan Sudi Diteror

Untuk mengenali identitas dimana kondisi korban sudah hangus tentunya sangatlah sulit.

"Biasa dalam forensik dikenal dengan istilah post mortem dan ante mortem, Secara harafiah istilah ante mortem memilki arti data jenazah sebelum kematian. Sedangkan istilah post mortem adalah data jenazah sesudah kematian. Tim forensik biasa melakukan identifikasi dengan cara mencocokkan data ante mortem dan post mortem untuk mengenali jenazah,"paparnya.

Pengumpulan data ante mortem biasanya meliputi dua metode, yakni Metoda sederhana menyangkut visual, perhiasan, pakaian dan dokumentasi dan Metoda ilmiah menyangkut sidik jari, medik , serologi, odontologi, antropologi, biologi.

"Untuk kondisi korban yang terbakar seperti ini jelas tidak mungkin menggunakan sidik jari yang pasti menggunakan metode odontologi dan DNA, tapi karena korban memang tinggal sendiri dirumah tentu tidak menyulitkan petugas dalam proses identifikasi, dan keluarga sudah memastikan identitas korban yang ditemukan adalah orang tua kandungnya,"jelasnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved