Selain Petugas Kebersihan, Pemkot Pontianak Berikan Biaya Operasional Guru Ngaji dan Fardu Kifayah

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyerahkan langsung bantuan tali asih kepada 647 Pekerja Harian Lepas (PHL) Dinas Lingkungan Hidup

Selain Petugas Kebersihan, Pemkot Pontianak Berikan Biaya Operasional Guru Ngaji dan Fardu Kifayah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyerahkan buku tabungan pada satun diantara guru ngaji tradisional yang mendapatkan biaya operasional Rp1,8 juta. Senin (27/5/2019). 

Selain Petugas Kebersihan, Pemkot Pontianak Berikan Biaya Operasional Guru Ngaji dan Fardu Kifayah

PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyerahkan langsung bantuan tali asih kepada 647 Pekerja Harian Lepas (PHL) Dinas Lingkungan Hidup hang mendapatkan tali asih sebesar Rp420 ribu ditambah tepung terigu dan minyak goreng.

Pada kesempatan yang hampir bersama masih dilokasi Kantor Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono juga menyerahkan bantuan operasional pada Guru Ngaji Tradisional yang berjumlah 250 orang dan 170 Fardu Kifayah yang mendapatkan masing-masing Rp1.8 juta dan bantuan operasional juga diberikan pada 330 Posyandu se Kota Pontianak dengan nilai Rp3 juta.

Edi Kamtono menyampaikan bantuan ini diberikan pada PHL serta Guru Ngaji, Fardu Kifayah dan Posyandu adalah rutin setiap tahunnya.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono juga menyampaikan terima kasih pada para guru ngaji yang telah mengajarkan ngaji pada anak-anak di Kota Pontianak.

Baca: VIDEO: Pemkot Pontianak Serahkan Bantuan untuk Guru Ngaji dan Fardu Kifayah

Baca: Cari Toko Buah di Sanggau? Kurnia Buah Lokasinya Strategis di Pinggir Jalan   

Baca: Buka Puasa Bareng Naomi, Sule Pamer Kemesraan di Depan Orang Banyak

Edi, juga meminta pada guru ngaji agar menyisipkan ilmu-ilmu agama untuk diberikan pada anak-anak yang mengaji. Sebab akhlak anak-anak di Kota Pontianak disebutnya juga perlu dibina.

Selain itu, untuk petugas fardu kifayah, Edi mengharapkan agar petugas selalu siap guna memberikan pelayanan pada masyarakat saat mengurus jenazah. Sama juga halnya untuk para kader posyandu ia berharap dapat memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat baik anak-anak muapun lansia.

Sementara bagi PHL kebersihan, Edi Kamtono menegaskan mereka adalah pahlawan lingkungan yang menjaga kebersihan Kota Pontianak ini.

Peran serta PHL dalam membersihkan kota menurutnya sangat besar dan keberadaan mereka cukup vital.

"PHL pada Dinas Lingkungan Hidup seperti pengangkut sampah, pengawas sampah, petugas penjaga TPS dan petugas yang bertugas di TPA mendapatkan bantuan tali asih. Bantuan ini kita himpun dari Bank Kalbar, PT Wilmar, Semen Holcim, Kharitas Bhakti, SPBU Kota Baru dan Bank Pasar," tambahnya.

Edi berharap mereka tetap semangat dan ikhlas sehingga bisa membantu Kota Pontianak bersih.

Volume sampah menjelang Idulfitri melonjak, ia berpesan dan minta bagaimana DLH menyiasatinya.

"Saya maunya Kota Pontianak harus tetap bersih, terus lakukan pemantauan warga yang tidak disiplin membuang sampah. Seperti yang kita lihat viral di medsos ada warga yang menghampar meja sebagai tempat untuk menjual makanan dan minuman di waterfront kemudian membuang sampah dengan seenaknya ke sungai," tegasnya.

Promenade bukanlah tempat untuk berjualan, apabila ada yang berjualan lagi akan Ditiping. Selain itu, yang membuang sampah disungai Kapuas yang videonya viral, ditegaskannya akan dicari dan di Tipiring.

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved