Budiansyah: Penikmat Kopi Juragan Punggur Sampai Palestina

Setelah terkumpul barulah kopi di rosting, digiling jadi bubuk, lalu di packing lalu setelah itu dipasarkan.

Budiansyah: Penikmat Kopi Juragan Punggur Sampai Palestina
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI
Ketua Koordinator Kopi Juragan Punggur, Budiansyah saat menunjukan hasil dari pengolahan Kopi Juragan di Punggur Kecil. 

Budiansyah: Penikmat Kopi Juragan Punggur Sampai Palestina

PONTIANAK- Ketua Koordinator Kopi Juragan Punggur, Budiansyah merasa senang karena konsumen dari Kopi Juragan Punggur sudah sampai ke Palestina dan beberapa kota di Indonesia.

Budiansyah mengatakan Kopi juragan berdiri berawal dari terinspirasi dari banyaknya kedai kopi yang bermunculan khususnya di Pontianak yang pada saat ini sudah sangat padat sekali.

Ia juga melihat ternyata di Punggur ada potensi untuk bahan baku kopi. Dari situlah ia yang dibantu oleh ke enam temannya pun mencoba membuka usaha Kopi Juragan.

"Kebetulan di Punggur juga ada komunitas anak mudanya. Jadi kita berdayakan sumber daya manusianya, dan sumber daya alamnya dan mencoba berdayakan dua-duanya," ujarnya kepada Tribun Pontianak saat ditemui di Desa Punggur Kecil , sabtu (26/5/2019).

Baca: FOTO: Penampilan Penari Meriahkan Penutupan Pekan Gawai Dayak Kalbar ke-34

Baca: Tanggapi Petisi Pencopotan Dirinya, Anies Baswedan: Saya Tak Pernah Menangkap Orang yang Kritik Saya

Dia dan temannya mencoba mengelolanya bersama. "Cara kita mengolahnya bukan dari awal kita yang menanam bibit atau gimana. Jadi kita punya masyarakat yang ada disekitar Punggur dan wilayah Punggur. Jadi kita tampung biji kopi mereka setelah itu baru kita kelola," ujar Budiansyah

Setelah terkumpul barulah kopi di rosting, digiling jadi bubuk, lalu di packing lalu setelah itu dipasarkan.

Nama kopi juragan sendiri diambil dari kata Juragan. Sering otang mengatakan nama adalah doa, semakin sering diucapkan akan menjadi sebuah doa.

"Kami berharap kopi juragan itu menjadi juragan kopinya untuk wilayah Punggur. Kalau bisa meluas lagi ke mancanegara dan internasional," ujanya.

Usaha ini pun awalnya hanya ingin apa yang ada di wilayah Desa Punggur bisa diperkenalkan dan terus dikenalkan agar meluas.

Halaman
123
Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved