Pesan Khusus Para Juri Lomba Tari Tradisional di Pekan Gawai Dayak ke 34 Pontianak

Ketiga juri ini antara lain Paskalis, S. Sn, Gabriel Manuel, Se. M. Sn dan Marselina Mariani Surya Masuka, S. Hut.

Pesan Khusus Para Juri Lomba Tari Tradisional di Pekan Gawai Dayak ke 34 Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MARPINA WULAN
Peserta Lomba Tari Tradisional di event Pekan Gawai Dayak ke 34 di Pontianak, Jumat (24/05/2019) 

Pesan Khusus Para Juri Lomba Tari Tradisional di PGD ke 34 Pontianak

PONTIANAK - Melestarikan kesenian tradisional dengan tidak menghilangkan nilai estetika dan etika dalam berkarya, itulah pesan dari ketiga juri pada perlombaan Tari Tradisional yang dilaksanakan di Rumah Radangk Pontianak, Jumat (24/05/2019) malam pukul 19:00 WIB hingga 22:30 WIB pada PGD ke 34.

Sesaat sebelum mengumumkan pemenang lomba, ketiga juri menjelaskan bagian penting dalam menciptakan kreativitas dalam tarian adalah menguasai konsep dari tarian itu.

Dengan memahami konsep yang akan di garap, maka pelaku seni pasti akan memahami tata cara penyampaiannya kepada masyarakat.

Ketiga juri ini antara lain Paskalis, S. Sn, Gabriel Manuel, Se. M. Sn dan Marselina Mariani Surya Masuka, S. Hut.

Baca: Semangatnya Peserta Lomba Menganyam Manik di PGD ke 34 Pontianak

Baca: Rangkaian Lomba di PGD, Ada Lomba Tangkap Babi Sebagai Momen Untuk Mengingat Masa Kecil

Paskalis mengharapkan agar pelaku seni terutama di bidang seni musik, mau mencari referensi baru, dan wawasan baru sehingga nantinya bisa bersaing dengan dunia luar tidak hanya aktif di rumah sendiri.

"Pelaku seni ini harus lebih banyak belajar dengan cara menambah wawasan lebih luas lagi," jelasnya.

Di samping itu Gabriel juga menjelaskan jika pada tahun sebelumnya fokus penilaian terhadap busana, maka pada tahun ini fokus penilaian adalah objek garapan.

"Dari catatan juri, peserta mengambil tema garapan terlalu umum, dan juga pada saat penyampaian tidak sesuai dengan deskripsi yang diberikan. Sehingga antara deskripsi dan gerakan tidak sesuai," sambungnya.

Baca: FOTO: Lomba Menumbuk Padi di PGD ke 34 Pontianak

Baca: FOTO: Lomba Menganyam Manik di PGD ke 34 Pontianak

Kemudian Marselina yang juga sebagai juri menambahkan pentingnya pemahaman penari terhadap teknik tari, akan berpengaruh pada penggunaan busana saat menampilkan tarian tersebut.

"Tolong kepada penata busana lihat kembali cara menata busana, seorang penari dia harus menguasai teknik menari kalau tidak memahami teknik menari, dari situ kita bisa liat. Kalau kostum yang belahannya panjang itu dia tidak paham teknik. Karena Dayak tidak ada belahan pakaian yang tinggi," ujarnya

"Berkreasi boleh, tapi jangan meninggalkan tradisi karena tradisi adalah sumber untuk berkreasi," tutupnya. (Marpina Wulan)

Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved