Bijak di Ruang Siber

BREAKING NEWS - Instagram, WhatsApp, Facebook Sudah Normal! Pemerintah Cabut Pembatasan Kirim Gambar

Pengumuman pencabutan pembatasan layanan fitur download dan upload gambar itu disampaikan lewat akun resmi twitter Kementerian Kominfo RI

BREAKING NEWS - Instagram, WhatsApp, Facebook Sudah Normal! Pemerintah Cabut Pembatasan Kirim Gambar
NET
WhatsApp Blokir Akun Pengguna Aplikasi Pihak Ketiga Seperti WhatsApp Plus dan WhatsAppAMD 

BREAKING NEWS - Instagram, WhatsApp, Facebook Sudah Normal! Pemerintah Cabut Pembatasan Kirim Gambar 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika RI resmi mencabut pembatasan fitur Instagram, WtatsApp, dan Facebook per Sabtu (25/5/2019) pukul 14.00-15.00 WIB. 

Artinya, pengguna tiga media sosial diatas sudah bisa mengakses layanan pengiriman gambar dengan normal. 

Pengumuman pencabutan pembatasan layanan fitur download dan upload gambar itu disampaikan lewat akun resmi twitter Kementerian Kominfo RI. 

Berikut dikutip dari akun twitter Kominfo.

Baca: Remaja Pontianak Meninggal Diduga Tertembak, Pengamat Sebut Polisi dan Masyarakat Adalah Korban

Baca: FOTO: Kemeriahan di Pekan Gawai Dayak Kalbar ke-34 Pontianak

Selamat menggunakan internet dengan lancar tanpa hambatan kembali ya

Mari gunakan ruang siber ini untuk hal-hal yang positif aja

appy weekend #SobatKom!

Baca: Lantunkan Ayat Suci Alquran di Hadapan Jokowi, Naja Bocah Istimewa Senang Bertemu Presiden

Baca: Menikmati Seruputan Kopi Ala Kedai Secangkir Kopi

Pencabutan pembatasan pada download dan upload gambar ini lantas diapresiasi berbagai pihak.

Seperti akun Kemendikbud dan Telkomsel yang bersyukur atas pencabutan tersebut.

Sebelumnya, Menkominfo Rudiantara menyampaikan pembatasan akses fitur gambar di tiga medsos tersebut. 

Rudiantara membenarkan adanya pembatasan pada media sosial. 

Hal itu disampaikan oleh Rudiantara saat konferensi pers bersama dengan Menko Polhukam Wiranto. 

Juga Panglima TNI Marsekal TNK Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, serta jajaran petinggi pemerintah di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Rudiantara mengatakan pembatasan ini bersifat sementara dan bertahap. 

Pembatasan dilakukan untuk fitur medsos dan messaging sistem 

"Kita tahu di facebook, instagram, jadi teman-teman akan mengalami pelambatan download atau upload video," katanya.

Baca: Kapolri Tito Beberkan Ciri Pelaku Kerusuhan Jakarta Pada Rabu 22 Mei Dini Hari, Tato hingga Dibayar

Baca: Rumah Radangk Sediakan Stand Pameran untuk Aksesoris dan Makanan Khas Suku Dayak

Baca: Polisi dan Tokoh Masyarakat Pastikan Kapuas Hulu Aman dan Kondusif

 "Mengapa, karena (berita dan video) viral yang besarnya negatif mudaratnya ada disana," kata Rudiantara.

"Ini hanya sementara," tegas Rudiantara.

Namun, terhadap media mainstrean, Rudiantara mengapresiasi dan bisa menjadi rujukan untuk masyarakat. 

"Kita sangat apresiasi media mainstream. Untuk sementara," tuturnya. 

Menko Polhukam Jenderal (Purn) Wiranto mengatakan pembatasan dilakukan hanya beberapa hari ke depan.

"Dua tiga (2-3) hari tak liat gambar dak apa-apa. Kita tidak menabrak hukum. Ini untuk keamanan nasional," tuturnya.

Pelaku Kerusuhan

Dalam konferensi Pers ini, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian membeberkan terduga pelaku kerusuhan pada saat Rabu (22/5/2019) dinihari tadi. 

Satu di antaranya para terduga pelaku bercirikan tato. 

"Cukup banyak yang mereka bertato, kita sebetulnya tidak apriori," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat konferensi pers bersama Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI, dan jajaran petinggi pemerintah

Tito juga mengungkapkan bahwa pihaknya juga mendapatkan keterangan dari para pelaku bahwa tindakan mereka dibayar. 

"Ada keterangan dari mereka dan mereka ada yang membiayainya," beber Tito.

Baca: Partai Pengusung Sebut Tak Dapat Efek Ekor Jas Pilpres 2019, Pengamat: Tergantung Kerja Politik

Baca: Sempat Ditunda, Jadwal Baru Persib Bandung Vs Tira Persikabo Digelar Setelah Lebaran Idul Fitri

Baca: SBY Puji Prabowo: Sejarah Mencatat Bapak Sebagai Champion of Democracy

Kapolri menghimbau masyarakat harus melihat secara jernih.

Dimana kelompok yang beraksi tadi malam itu di seting untuk membuat rusuh. 

"Jadi bukan aksi unjuk rasa biasa, tapi memang untuk rusuh. Selama ini kita biasa mengawal aksi unjuk rasa biasa," bebernya. (*)

Penulis: Rihard Nelson Silaban
Editor: Rihard Nelson Silaban
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved