Ramadan

Tiga 'Metode' Mendulang Pahala Berlipat di Bulan Ramadan

"Belum lagi ditambah amaliyah yang lain, sehingga sungguh merugilah orang yang tidak mau memanfaatkan momen ramadhan," bebernya.

Tiga 'Metode' Mendulang Pahala Berlipat di Bulan Ramadan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Fakultas Syari'ah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Nuriahman. 

Tiga 'Metode' Mendulang Pahala Berlipat di Bulan Ramadan

PONTIANAK - Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Fakultas Syari'ah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Nuriahman mengatakan, ketika hendak mencapai suatu impian diperlukan suatu cara yang tepat sehingga dalam proses pencapaiannya lebih aksimal dan efektif. 

"Demikian pula bagi seorang muslim yang mempercayai adanya hari kiamat, hari pembalasan, adanya surge dan neraka memerlukan metode tertentu sehingga walaupun dengan waktu yang sama, perbuatan yang sama namun hasil yang diperoleh bisa menjadi tidak sama karena perbedaan cara dan metodenya," ujarnya, Jum'at (25/5/2019).

"Pertama adalah memanfaatkan momen waktu," ungkapnya.

Menurutnya, Banyak waktu-waktu istimewa yang Allah berikan kepada hambanya untuk memanfaatkan umur yang relatif singkat jika dibandingkan dengan umur umat terdahulu. 

Baca: Khataman Quran Pesantren Ramadan, Dan Buka Puasa Bersama Keluarga Besar FEBI IAIN Pontianak

Baca: LP2M IAIN Pontianak Gelar Ramadan Goes To School, Sasar Pesantren Hidayatul Muhsinin

Diantaranya momen bulan Ramadhan, Allah melipat gandakan pahala setiap hambanya yang beribadah.

"Seorang yang melaksanakan shalat wajib dihitung pahalanya mejadi 70 kali lipat dan shalat sunnat diberi ganjalaran pahala seperti shalat wajib di bulanlainnya, demikian pula ibadah-ibadah lainnya, sehingga orang yang mampu memaksimalkan amalibadah di bulan Ramadhan, maka gajaran yang Allah berikan menjadi berlipat ganda," jelasnya. 

"Bahkan dalam bulan Ramadhan terdapat aktu yang lebih baik dari seribu bulan atau lebih baik lebih dari 83 tahun. Sekiranya seorang hamba beribadah pada malam itu maka nilai ibadahnya akan lebih baik dari 83 tahun," sambung Nuriahman.

Ia katakan, Seandainya jika kita mau hitung-hitungan, seseorang yang berumur 70 tahun dan selama 30 ramadhan saja digunakan berbuat kebaikan di malam lailatul qadar maka kualitas ibadahnya menjadi lebih baik dari 2.500 tahun. 

"Belum lagi ditambah amaliyah yang lain, sehingga sungguh merugilah orang yang tidak mau memanfaatkan momen ramadhan," bebernya.

Baca: Konsultasi Ramadan: Mimpi Basah di Siang Hari, Puasanya Batal Tidak Ya?

Baca: Konsultasi Ramadan: Mimpi Basah di Siang Hari, Puasanya Batal Tidak Ya?

"Umat-umat yang mana kualitas hidupnya sampai ribuan tahun? Pantaslah ketika disabdakan Rasullullah, bahwa ketika datang bulan Ramadhan Rasullullah menyambut kedatangannya laksana kedatangan tamu yang agung, yang sangat diistimewakan. (Marhaban ya Ramadhan, Marhaban Ya Ramadhan, Marhaban ya Ramadhan)," katanya.

"Mau dan sadarkah kita untuk memaksimalkannya karena walaupun kita sudah mengetahuinya, namun nafsu dan kemalasan selalu dapat mengalahkannya jika tidak didasari oleh keimanan yang kuat, latihan-latihan dan keikhlasan," tuturnya lagi

Adapun metode yang kedua adalah  memanfaat potensi yang dimiliki.

Menurutnya, Setiap orang Allah berikan potensi dan kemampuan masing-masing ada berupa ketrampilan, kekayaan dan seterusnya. 

"Kadang Bagi yang memiliki ketrampilan yang mendatangkan manfaat positif," jelasnya.

Dan yang ketiga adalah memanfaatkan lokasi. Menurutnya, momentum Ramadan ini adalah salah satunya. 

"Ketiga, Memanfaatkan lokasi. Dalam bulan Ramadhan ini salah satu cara yang baik untuk menggapai cita-cita diperlukan cara memanfaatkan lokasi dan momentum yang ada," tutupnya. 

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved