Pilpres 2019

KIPRAH Sultan Pontianak di Pilpres 2019 Beri Gelar Prabowo Datok dan Jamin Tak Ada Lagi Aksi Rusuh

Saya akan bertanggung jawab dan menjamin, situasi gangguan kamtibmas di Pontianak di wilayah Pontianak Timur, Rabu, tidak akan terulang lagi

KIPRAH Sultan Pontianak di Pilpres 2019 Beri Gelar Prabowo Datok dan Jamin Tak Ada Lagi Aksi Rusuh
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Sultan Pontianak, Syarif Machmud Melvin Al Kadrie saat diwawancarai awak media pada acara Saprahan Nusantara di Taman Budaya Kalimantan Barat (Kalbar), Jalan Ahmad Yani Pontianak, Sabtu (28/10/2017). 

Hal itu disampaikan lewat video yang kini beredar di media sosial Twitter sejak 20 April 2019, lalu. 

Dikonfirmasi Tribun, pada Senin (22/4/2019), Melvin membenarkan statement-nya dalam video tersebut.

Berikut pernyataan, Melvin.

Allahu akbar, allahu akbar, saya sultan Sy Mahmud Alkadrie, Sultan Pontianak ke-IX.

Pertama saya ucapkan terimakasih kepada seluruh umat Islam yang telah menjaga stabilitas keamanan hingga Pilpres, Pileg  dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Sekalipun beberapa TPS terjadi kecurangan-kecurangan seperti lembaran surat suara yang sudah dicoblos capres nomor urut satu.

Padahal lembaran surat suara itu berada di kotak suara yang disegal dan digembok. 

Kecurangan ini terindikasi dilakukan KPU Provinsi Kalimantan Barat dan atau KPU Kota Pontianak. 

Oleh karena itum, saya selaku Sultan Pontianak meminta pertanggung jawaban KPU Provinsi Kalimantan Barat dan KPU Kota Pontianak, terkait kecurangan tersebut.

Hal ini saya tekankan untuk menghindari amarah masyarakat Kalimantan Barat khususnya umat Muslim Kalbar dan Kota Pontianak. 

Sebagai contoh nyata kecurangan tersebut adalah seperti yang terjadi di Jalan Panglima Aim, yaitu di TPS 012 Kelurahan Saigon, Pontianak Timur.

Dimana masyarakat menemukan 90 lembar surat suara Pilpres yang sudah dicoblos, sebelum waktu pemilihan dibuka di TPS tersebut. 

Dan kepada aparat TNI maupun Polri, saya juga menuntut netralitas dalam menegakkan keadilan di wilayah kita. 

Kerjasama TNI, Polri, KPU, dan Bawaslu untuk menindak tegas.  

Terima kasih.

Ini wawancara Tribun dengan Sultan,

"Yang jelas intinya bukan kita bicara benar atau tidaknya, yang jelas surat suara datangnya masuk ke KPU dan disebarkan oleh KPU," tuturnya.

"Mungkin ini keteledoran KPU itu sendiri mengapa sampai terjadi hal-hal yang seperti di TPS. Mengapa tidak diperiksa terlebih dahulu, jadi hal-hal keteledoran ini bisa membuat kecurangan," jelasnya.

"Makanya timbullah hal-hal yang ada di TPS kemarin yang mengundang perhatian masyarakat," tegasnya.

Sultan menegaskan video di twiter itu benar saya yang membuat.

"Kalau tidak benar mengenai adanya kecurangan tidak mau saya membuat video seperti itu," tukasnya. (*)

Penulis: Rihard Nelson Silaban
Editor: Rihard Nelson Silaban
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved