Penemuan Mayat

Terungkap, Ini Identitas Mayat Perempuan Yang Mengapung di Parit Kelurahan Mariana

Tampak di lokasi sebelum pihak kepolisian datang sudah berkerumun puluhan warga yang penasaran akan penemuan mayat ini.

Terungkap, Ini Identitas Mayat Perempuan Yang Mengapung di Parit Kelurahan Mariana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Proses Evakuasi Mayat yang mengapung di Parit, Kelurahan Mariana 

Terungkap, Ini Identitas Mayat Perempuan Yang Mengapung di Parit Kelurahan Mariana

PONTIANAK - Warga Kota Pontianak siang tadi digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan yang mengapung di parit Gertak 2, Jalan Merdeka Kelurahan Mariana, Kecamatan Pontianak Kota, Kamis (23/5/2019)

Mayat tersebut ditemukan warga mengapung dengan posisi tengkurap dan tersangkut di tonggak kayu, terlihat mayat wanita tersebut mengenakan baju berwarna hitam dan celana basket hitam dengan sedikit warna Silver.

Penemuan mayat inipun sontak membuat warga sekitar geger, warga langsung berkerumun di lokasi untuk melihat mayat tersebut.

Baca: Pemkab Sekadau Lakukan Sidak ke Pasar dan Gudang

Baca: Kementerian PUPR Bangun Dua Bendungan Berkapasitas 39,47 Juta m3 di Sulawesi Utara

Tampak di lokasi sebelum pihak kepolisian datang sudah berkerumun puluhan warga yang penasaran akan penemuan mayat ini.

Kapolsek Pontianak Kota, Kompol Sugiyono,SH,MH yang dihubungi Tribun Mengungkapkan, dari hasil identifikasi dilapangan, mayat perempuan yang ditemukan tersebut bernama RIZKI FAJAR (34) alias Dian yang di ketahui warga Jl.Tanjung Raya I komplek kampung beting, Kec. Pontianak Timur.

Kapolsek menjelaskan, mayat ini sendiri pertama kali diketahui oleh seorang anak sekolah yang kemudian memberitahukan kepada tukang sol sepatu.

"Korban tersebut diketahui sudah dalam keadaan mengapung dan tersangkut di tonggak kayu dalam keadaan tenlungkup pada hari kamis 23 Mei 2019 sekira pukul 10.00 wib, dan pertama kali itu diketahui oleh anak sekolah yang memberitahukan kepada tukang sol sepatu yang mangkal di dekat tempat tersebut,"ujarnya.

Kemudian, setelah melihat hal tersebut tukang sol sepatu itupun menghubungi pihak kepolisian.

"Lalu, Tukang sol itu menghubungi polisi dan sekarang mayat tersebut di titip di RS Sudarso guna di lakukan visum dan pengecekan fisik,"ungkapnya.

Dari hasil pengecekan visum yang dilakukan oleh dr Monang di RSUD dr Soedarso selaku dr ahli forensik, Kapolsek mengungkapkan bahwa tidak ditemukan bukti - bukti kekerasan pada tubuh korban, walaupun terdapat bekas sayatan yang sudah di jahit pada tangan kanan korban.

Pihak kepolisian pun masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian korban.

"dalam pengecekan/visum yang di lakukan oleh dr MONANG S dokter KY. Sudarso tidak di temukan bukti kekerasan dan di tangan sebelah kanan terdapat luka bekas sayatan yanh sudah di jahit kembali namun menurut dokter luka sayat tersebut sudah sekitar 3 hari, hal ini terlihat luka yang di jahit sudah mulai rapat, dan untuk penyebab kematiannya sendiri masih dalam penyelidikan,"terang Kapolsek

Kapolsek Pontianak Kota itupun mengungkapkan bahwa diketahui bahwa korban di Pontianak hidup sebatang kara, oleh sebab itu pihaknya akan menyerahkan mayat tersebut ke pihak Dinas Sosial untuk dilakukan pemakaman.

Warga di Kelurahan Mariana Kecamatan Pontianak Kota digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang mengapung di bawah jembatan tepatnya di Gertak II, Kamis (23/5). Sontak hal tersebut menggegerkan warga setempat.
Warga di Kelurahan Mariana Kecamatan Pontianak Kota digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang mengapung di bawah jembatan tepatnya di Gertak II, Kamis (23/5). Sontak hal tersebut menggegerkan warga setempat.

"Korban ini rencananya di serahkan kepada pihak depsos lantaran korban tidak memiliki keluarga, karena tinggal sebatang kara,"ungkap Sugiyono.

Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved