Pekan Gawai Dayak XXXIV
Juara Audisi Lomba Sape', ini Harapan Theo bagi Teman-teman Seusianya
Dulunya cuma penasaran, terus coba mainkan, belajar sama guru, ikut sanggar juga sampai sekarang jadi bisalah
Juara Audisi Lomba Sape', ini Harapan Theo bagi Teman-teman Seusianya
PONTIANAK - Setelah diadakannya Penyisihan Audisi Lomba Sape' di gedung Inspektorat Kalbar, Kamis (23/05/2019) mulai pukul 15:00 hingga pukul 17:30 WIB, kemudian dipentaskan Final Audisi Lomba Sape' di rumah Radangk Pontianak.
Pada Audisi ini ditampilkan 9 orang peserta yang telah lolos dari babak penyisihan, Selasa (21/05/209) lalu.
Para peserta membawakan satu instrumen tradisional wajib dan satu instrumen tradisional yang disediakan panitia dan dapat dipilih peserta.
Pada penyisihan tersebut terdapat 8 orang peserta putra dan 1 orang peserta putri. Kesembilan peserta ini adalah yang terpilih dari 34 orang peserta sebelumnya.
Selesainya Final audisi lomba Sape' yang di adakan di rumah Radank Pontianak, terdapat 3 orang pemenang dan 2 orang juara harapan.
Baca: Mahasiswi Semester Akhir Diduga Gantung Diri
Baca: Usia Muda Bukan Halangan untuk Wanita Mengejar Cinta dan Kesuksesan
Juara satu Audisi Lomba Sape' PGD ke 34, Theodorus Siman (20) perwakilan dari Sanggar Borneo Tarigas, saat di temui Tribun Pontianak di samping panggung mengungkapkan rasa syukurnya karena telah memenangkan kompetisi tersebut.
Theo mengaku sudah dua kali mengikuti ajang tahunan ini, namun pada PGD ke 33 tahun 2018 ia hanya masuk dalam kategori 10 besar. Namun hal itu justru menjadikan nya lebih bersemangat untuk berlatih dan mengikuti lomba kembali.
Dirinya lebih menfokuskan latihan untuk mengendalikan rasa percaya diri di atas panggung pada satu tahun terakhir, persiapan pun sudah sangat matang baginya. Theo yang juga merupakan mahasiswa semester 6 di Universitas Widya Dharma.
"Tahun kemarin ikut, tapi cuma masuk 10 besar. Sekarang Puji Tuhan juara, persiapannya sama aja, cuma lebih fokus biar nda gerogi aja. Kalau tahun kemarin lebih ke gerogi sih," ujarnya
Theo membawakan dua instrumen tradisional pada final tersebut yang pertama instrumen tradisional wajib yakni Tubun Situn dan instrumen tradisional pilihan yakni Langkau Uma yang berasal dari daerah landak.
Baca: Terungkap, Ini Identitas Mayat Perempuan Yang Mengapung di Parit Kelurahan Mariana
Theo menjelaskan tidak ada kesulitan yang berarti dalam mengikuti lomba tersebut, hanya mengendalikan rasa percaya diri dan menguasai instrumen yang dibawakan saja baginya.
Ia juga diketahui sudah mempelajari penggunaan alat musik Sape' tersebut sudah hampir 5 tahun, berawal dari rasa penasarannya terhadap permainan alat musik tersebut hingga sekarang menjadi hoby tersendiri.
"Dulunya cuma penasaran, terus coba mainkan, belajar sama guru, ikut sanggar juga sampai sekarang jadi bisalah," jelasnya.
Theo juga mengharapkan agar generasi muda sepertinya mau mempelajari alat musik tradisional dan tentunya bersama-sama melestarikan kesenian tersebut.
"Karena jika buka kita siapa lagi yang akan melestarikan nya, dan bagi teman-teman yang ingin berlajar bisa bergabung dengan sanggar kami, biasanya kami latihan di rumah Betang jl Sutoyo, Pontianak," ujar Theo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/theo-dan-juri.jpg)