Lantai II Sepi, Pedagang Pasar Tengah Pilih Jadi PKL

PKL akan tertib ketika ada petugas yang mengawasi dan melakukan pemantauan, namun kala petugas lengah banyak PKL

Penulis: Syahroni | Editor: Tri Pandito Wibowo
TRIBUNPONTIANAK/Anesh Viduka
Aktivitas jual-beli di pasar tengah, Jalan Asahan, Jalan Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (15/5/2019) siang. Banyaknya pengunjung dimanfaatkan para pedagang dengan membuka lapak dagangannya sampai kebahu jalan, sehingga membuat jalan menjadi sempit dan tampak semerawut karena lapak PKL berhimpitan dengan parkiran kendaraan.  TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

Lantai II Sepi, Pedagang Pasar Tengah Pilih Jadi PKL

PONTIANAK - Seperti jamur dimusim hujan, begitulah kata yang bisa disematkan pada maraknya pedagang kreatif lapangan (PKL) yang terus beunculan di Pasar Tengah sepanjang Ramadan dan menjelang lebaran Idulfitri.

Meskipun kerap ditertibkan dan telah memiliki kios di Pasar Tengah tapi masih saja PKL ingin mendekatkan barang jualan mereka pada pengunjung Pasar Tengah sehingga membuat semraut dan memperkecil ruang gerak pengunjung yang datang.

Seperti main kucing-kucingan dengan petugas, PKL akan tertib ketika ada petugas yang mengawasi dan melakukan pemantauan, namun kala petugas lengah banyak PKL yang memajang jualannya ditempat yang tidak seharusnya.

Bahkan saat petugas lengah tampak beberapa meja terpasang ditengah Jalan Asahan untuk oknum membeli emas patah.

Baca: 5 Tips Ciptakan Kulit Sehat dan Cerah Saat Ramadan

Baca: 5 Wajah Baru Caleg Terpilih DPRD Provinsi Kalbar dari Partai Nasdem Periode 2019-2024   

Baca: Prediksi Skor Tottenham Vs Liverpool Final Liga Champions 2019, Menanti Juara UCL di Madrid

Saat didatangi beberapa PKL enggan memberikan keterangan pada Tribun Pontianak, bahkan mereka menghindar ketika akan diwawancarai.

PKL yang berjualan di Jalan Asahan adalag mereka yang mempunyai kios dilantai dua Pasar Tengah. Namun akibat sepi mereka turun di Jalan Asahan untuk berjualan agar dibeli oleh pengunjung.

Satu diantara penjual yang menyebutkan namanya, Suri (36) menjelaskan bahwa ia memang mempunyau kios dilantai II, tapi kareja sepi ia membawa barang dagangan di Jalan Asahan atau menjadi PKL dengan maksud mendekatkan dengan pengunjung.

"Saya memang ada kios dilantai II, tapi sepi. Kita bawa turunlah biar ada orang lihat dan beli," ucap Suri saat ditanya, Rabu (15/5/2019).

Ia mengaku memang kucing-kucing bersama petugas agar tidak marah saat berjualan kaki lima.

PKL lainnya yang enggan menyebutkan namanya mengakui bahwa tidak ada PKL dari luar. Mereka yang berjualan di Asahan adalah pemilik kios lantai II. Akibat sepi mereka terpaksa turun dan membuat lapak seadanya di Jalan Asahan. Sejauh ini, ia menjelaskan penertiban memang ada tapi baru diberikan arahan saja.

Selain PKL, parkiran sepeda motor juga membuat Jalan Asahan semakin kecil. Memang saat ada petugas parkiran rapi tapi kala petugas tidak ada Jukir juga memarkirkan kendaraan berlapis-lapis.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved