Diserang Hama Belalang Terparah, Pemda Ketapang Pernah Gelar Sayembara Buru Belalang

Akhmad Humaidi mengungkapkan, selain tahun 1968, serangan belalang terparah juga pernah terjadi pada tahun 1990-an

Diserang Hama Belalang Terparah, Pemda Ketapang Pernah Gelar Sayembara Buru Belalang
DOK
Padi

Diserang Hama Belalang Terparah, Pemda Ketapang Pernah Gelar Sayembara Buru Belalang

KETAPANG - Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Ketapang, Akhmad Humaidi mengungkapkan, selain tahun 1968, serangan belalang terparah juga pernah terjadi pada tahun 1990-an.

Saat itu, ribuan koloni belalang menyerang lahan pertanian masyarakat hampir di seluruh penjuru Ketapang. Berbagai upaya dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Ketapang, namun serangan belalang semakin masif. Akhirnya, Pemda Ketapang membuat sayembara buru belalang.

Pada sayembara ini, Pemda akan menghargai 1 kilogram belalang sebesar Rp 1.000. Hasilnya cukup mengejutkan, Pemda yang hanya menargetkan maksimal jumlah belalang 25 ton, justru jumlah yang ditangkap oleh masyarakat hampir menyentuh angka 50 ton.

"Itu juga terpaksa kami berhentikan, karena anggaran yang kami siapkan tidak ada lagi," ungkap Humaidi, Selasa (14/05/2019).

Baca: VIDEO: Sutarmidji : Mulai Tahun 2020 Gawai Dayak Akan Menjadi Program Tetap Disporapar

Baca: Dandim 1201 Mempawah Kunjungan Kerja dan Tatap Muka di Koramil 10/Manyuke

Baca: Sedang LIVE PSM Makassar Vs LAO Toyota, Penyisihan Akhir Grup H AFC Cup, Live iNews Jam 19.30 WIB

Kerusakan lahan pertanian akibat serangan hama belalang tersebut memang tidak terdata dengan pasti. Namun, kerusakannya dinilai Humaidi jelas terlihat.

Menurut Humaidi, pihaknya selalu berupaya menanggulangi setiap kali ada serangan belalang, karena satu-satunya cara menekan jumlah belalang ini adalah menanggulangi di saat serangan pertama sehingga tidak sempat berkembang biak.

Penanggulangan dilakukan di malam hari dengan menyemprotkan pestisida. Setiap belalang yang terkena pestisida akan mati, namun tidak saat itu juga. Pihaknya juga terus waspada menunggu serangan belalang ini, mengingat saat ini sudah memasuki musim kemarau.

"Kami meminta kepada seluruh petani jika melihat ada belalang langsung laporkan. Kami akan langsung menanggulangi untuk mencegah jumlah kerusakan yang lebih parah," pintanya.

Humaidi mengaku, pihaknya tidak bisa menghilangkan hama belalang tersebut. Namun pihaknya berupaya agar meminimalisir dampak dari serangan belalang ini.

"Karena peneliti dari Prancis juga mengatakan, belalang ini tidak bisa hilang dan cocok hidup di Ketapang. Cara kami selama ini adalah bagaimana agar populasi belalang ini dapat terus ditekan dan dampak serangannya juga tidak parah," pungkasnya.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved