Kalbar 24 Jam

Kalbar 24 Jam - Suara Tertinggi DPD RI, Begal di Sungai Pinyuh, hingga Kronologi Anak Aniaya Ayah

Anak Sutarmidji, Dyhta Damayanti Pratiwi, S.E dan menantu Meyzar Rakarinda diketahui maju menggunakan partai NasDem Kota Pontianak.

Kalbar 24 Jam - Suara Tertinggi DPD RI, Begal di Sungai Pinyuh, hingga Kronologi Anak Aniaya Ayah
Kolase/Tribunpontianak.co.id
Kalbar 24 Jam - Suara Tertinggi DPD RI, Begal di Sungai Pinyuh, hingga Kronologi Anak Aniaya Ayah 

Hasil perolehan suara keduanya diketahui dari pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara pemilu 2018 di tingkat KPU Kota Pontianak yanh telah selesai.

Baca: INGGRIS Juara Liga Champions Road to Madrid 1 Juni 2019, Master Liverpool atau Newbie Tottenham

Baca: Masyarakat Berharap Jembatan Landak II Segera Beroperasi

Baca: Rotasi Pejabat Besar-besaran, Bupati Citra Klaim Tak Ada Unsur Kedekatan

Berikut rekapitulasi suara partai di dapil anak dan menantu Gubernur Sutarmidji.BACA SELENGKAPNYA...... 

3. Bangun Bandara, Wali Kota Singkawang Cari Dana Rp 2 Triliun

Desain pembangunan bandara baru Kota Singkawang
Desain pembangunan bandara baru Kota Singkawang (TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA)

Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang berupaya mencari dana untuk pembangunan Bandar Udara (Bandara) baru Kota Singkawang.

Wali Kota (Wako) Singkawang, Tjhai Chui Mie memastikan proses pembangunan bandara Kota Singkawang terus berlanjut dan diupayakan pada tahun ini pengerjaan bangunan dapat dilakukan.

Pasca konsultasi publik yang telah dilakukan, dalam waktu dekat Pemkot Singkawang akan mempresentasikan bandara dan prospek-prospek lainnya untuk menarik minat investor berinvestasi di Kota Singkawang.

Chui Mie menjelaskan bila Pemkot Singkawang hanya mempresentasikan bandara saja, tentu tidak menarik bagi investor untuk berinvestasi.

Ada prospek-prospek lainnya yang bisa dipersentasikan untuk para calon investor agar mereka bisa ke sini dan berinvestasi ke Kota Singkawang.BACA SELENGKAPNYA...... 

4. Saat Beraksi Begal di Sungai Pinyuh Lambaikan Tangan dan Ucapkan Terimakasih Pada Korban

(Yak).

Cap: Foto Yak

Duduk di kursi, kedua korban Risti dan Anina bersama ibunya sedang melihat pelaku begal bernama Ican (kaos biru) yang digiring kedalam sel tahanan Polsek Sungai Pinyuh.
(Yak). Cap: Foto Yak Duduk di kursi, kedua korban Risti dan Anina bersama ibunya sedang melihat pelaku begal bernama Ican (kaos biru) yang digiring kedalam sel tahanan Polsek Sungai Pinyuh. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ya'M Nurul Anshory)

Unit Reskrim Polsek Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, meringkus dua orang pria pelaku begal di Gang Tani Jalan Raya Mempawah-Sui Pinyuh, Rabu (8/5/2019) siang.

Kelakuan dua orang begal berinisial MI (22) alias Ican dan IW (27) alias Imam sungguh menyakitkan hati korbannya karena usai membegal mereka melambaikan tangan dan mengucapkan terimakasih kepada korbannya.

Baca: Apresiasi Kinerja Polisi Bekuk Begal di Sungai Pinyuh, Dewan Ajak Masyarakat Waspadai Kejahatan

Baca: Begal di Sungai Pinyuh Diringkus Polisi Ternyata Residivis, Sudah Lama Resahkan Warga

Baca: Polisi Ringkus Begal di Sungai Pinyuh, Terungkap Tanpa Sengaja Oleh Pacar Korban

Risti Safitri (19) bersama adiknya Anina Kurniasih (15) menceritakan kisahnya saat menjadi korban begal di Jalan Pendidikan, Sungai Pinyuh, pada Selasa (7/5/2019) sore sekira pukul 17.30 WIB. BACA SELENGKAPNYA...... 

5. KRONOLOGI Anak Aniaya Ayah, Dua Hari Kemudian Sang Anak Ditemukan jadi Mayat

Anggota Polres Landak dan Polsek Ngabang saat di lokasi penemuan mayat di Ngabang pada Rabu (8/5/2019).
Anggota Polres Landak dan Polsek Ngabang saat di lokasi penemuan mayat di Ngabang pada Rabu (8/5/2019). (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ALFON PARDOSI)

Marselinus Matedi (31) warga Dusun Berinang Mayun, Desa Berinang Mayun, Kecamatan Menyuke ditemukan tak bernyawa dengan kondisi membusuk di area perkebunan sawit.

Penemuan sesosok mayat di Dusun Pesayangan, Desa Raja, Kecamatan Menyuke pada Rabu (8/5/2019) bahkan sempat menghebohkan warga sekitar.

Mendapat laporan ini, anggota piket penjagaan Polres Landakyang dipimpin Aiptu J Simorangkir selaku piket KA SPKT bersama anggota Sat Reskrim Polres Landak pun langsung melakukan olah TKP.

Saat ditemukan, warga bahkan tidak mengenali korban dikarenakan kondisi jasad korban yang telah menghitam.

Ditambah, tidak terdapat kartu tanda pengenal untuk mengetahui identitas korban.

Oleh unit Inavis, jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Landak.

Sembari menunggu hasil autopsi pihak rumah sakit, Polres Landak melakukan penyisiran dan penyelidikan untuk mengidentifikasi identitas korban. BACA SELENGKAPNYA......

Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved