Oknum Ketua RT Bejat

Devi Tiomana Prihatin Gadis Belia Jadi Korban Kekejaman Bibi dan Bos Tempat Keluarga Bekerja

Selain pencabulan terhadap korbannya, ED juga dengan sengaja telah menyebarkan foto-foto vulgar bersama korban kepada anak buahnya.

Devi Tiomana Prihatin Gadis Belia Jadi Korban Kekejaman Bibi dan Bos Tempat Keluarga Bekerja
Screenshot Facebook/@Devi Suhandoyo
Direktur Yayasan Nandiya Nusantara Kalbar, Devi Tiomana, berbincang dengan keluarga korban. 

Devi Tiomana Prihatin Gadis Belia Jadi Korban Kekejaman Bibi dan Bos Tempat Keluarga Bekerja

PONTIANAK - Dalam beberapa bulan terakhir, Kalimantan Barat (Kalbar) dihebohkan dengan terkuaknya berbagai kasus kejahatan seksual, khususnya kejahatan seksual mengorbankan anak bawah umur.

Terbaru, terkuak kasus dugaan pencabulan terhadap gadis belia usia 15 tahun berinisial NB yang diduga dilakukan oleh tetangga yang juga sekaligus tempat keluarga korban bekerja berinisial ED.

Direktur Yayasan Nanda Dian Nusantara, Devi Tiomana yang melakukan pendampingan terhadap korban pencabulan mengharap terduga pelaku pencabulan ini dapat dihukum sesuai dengan undang-undang yang ada.

Ia menilai perbuatan ED sangat keterlaluan.

Selain pencabulan terhadap korbannya, ED juga dengan sengaja telah menyebarkan foto-foto vulgar bersama korban kepada anak buahnya.

Baca: BREAKING NEWS - Gadis Belia Pontianak 2 Tahun Korban Cabul, Pria ED Ancam Sebar Foto & Video Vulgar

Baca: KETUA RT Cabuli Anak Gadis Tetangga, 2 Tahun jadi Korban Nafsu hingga Foto Bugil Tersebar

Devi mengharapkan, ED dapat dikenakan pasal berlapis dan pemberatan atas perbuatannya.

"Terduga pelaku sangat keterlaluan, selain melakukan pencabulan, juga dengan sengaja menyebarkan foto-foto perbuatan bejatnya. Pertama dia memaksa korban berfoto, dan setelah itu dia memanfaatkan foto-foto tersebut untuk mengancam korban. Setelah korban tidak mau, dengan sengaja ED malah menyebarkan foto-fotonya ke anak buahnya, kan keterlaluan," kata Devi ditemui, Jumat (10/5/2019).

"Selain dikenai dengan undang-undang perlindungan anak, ED juga seharusnya dikenai UU ITE, karena dengan sengaja menyebarkan foto-foto ini," jelasnya.

Devi menilai, perbuatan sang bibi, orang dekat korban yang seharusnya memberikan pengarahan dan perlindungan terhadap korban.

Bukan malah membantu melancarkan aksi ED melakukan perbuatan cabul kepada korban dengan mengantar-jemput korban untuk dibawa ke ED.

"Bibinya ini malah menyarankan untuk si korban dan terduga pelaku ini kawin lari, kan gila itu namanya, keluarga malah menjerumuskan," jelasnya.

Menurutnya, sang bibi dari korban sendiri dapat dikenai dengan undang-undang perdagangan manusia karena telah turut membantu ED dan mendapatkan uang dari setiap kali korban telah dicabuli oleh ED. (*)


Penulis: Ferryanto
Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved