Breaking News

BBPOM Pontianak Awasi Jajanan Takjil

BBPOM melakukan pengujian cepat di 12 titik lokasi jajanan takjil dengan hasil semua produk memenuhi syarat

Penulis: Syahroni | Editor: Didit Widodo
tribun pontianak
UJI - Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pontianak menguji sampel makanan juadah di Pasar Ramadan Masjid Raya Mujahidin, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kamis (9/5/2019). Dari sampel yang diuji BBPOM di sejumlah pasar juadah di Kota Pontianak dinyatakan aman dari bahan-bahan berbahaya. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Laporan wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Dalam bulan Ramadan banyak bermunculan penjual-penjual takjil dan aneka macam penganan dan ragamnya.

Untuk mengantisipasi beredarnya pangan jajanan yang tidak memenuhi syarat, Kepala BBPOM Pontianak, Susan Gracia Arpan turun langsung melakukan pengawasan bersama tim, juga bersama mobil Lab keliling melakukan pengujian cepat di tempat, Kamis (9/5/2019).

Hal ini dilakukan untuk memastikan jajanan takjil dan penganan lainnya aman dari bahan kimia yang membahayakan kesehatan, pada kesempatan itu juga dilakukan penyuluhan langsung kepada penjual dan pedagang terkait higiene dan sanitasi meliputi kebersihan, penyajian dan penyimpanan makanan yang baik sehingga terhindar dari kontaminasi bakteri dan lain-lain yang membahayakan kesehatan masyarakat.

Kepala Balai Besar POM BBPOM Pontianak, Susan Gracia Arpan
Kepala Balai Besar POM BBPOM Pontianak, Susan Gracia Arpan (TRIBUNPONTIANAK/YOUTUBE)

Pada awal pengawasan ini, BBPOM melakukan pengujian cepat di 12 titik lokasi jajanan takjil dengan hasil semua produk memenuhi syarat. Akhirnya BBPOM menyampaikan selamat melanjutkan puasa dengan produk yang aman, bermutu dan bergizi.

"Kami telah melakukan uji coba terhadap jajanan takjil untuk berbuka puasa di 12 titik semua kecamatan Pontianak, kita melakukan tes terhadap barang berbahya yang dicampur pada makanan," ucap Susan Gracia Arpan.

Baca: Jembatan Landak II Telan Rp 106 Miliar APBD

Baca: Jembatan Landak II Rampung 100 Persen, Operasional Tunggu Jalan Penghubung

Dari 12 titik yang dikunjungi tim BBPOM telah mengambil 58 sampel makanan yang langsung diuji cepat di lokasi dengan mobil lab. "Kita sudah melakukan uji sampel makan terkait zat berbahaya seperti, boraks, formalin, rhodamin B dan kuning metanil . Seluruh sampel yang kita lakukan uji coba semua negatif atau tidak mengandung zat berbahaya," ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat Pontianak sudah paham terhadap penggunakan bahan berbahaya pada makanan.

"Beragam macam makanan telah diuji semua makanan negatif mengandung bahan berbahaya. Ini menunjukan masyarakat kita sidah taat akan aturan," katanya. Akumulasi dari bahaya memakan makanan yang mengandung pengawat berhaya itu ditegaskannya memicu kanker dan penyakit lainnya.

BBPOM juga menggandeng intansi vertikal lainnya seperti Satgas Pangan dari Polda Kalbar, Pemerintah Provinsi Kalbar dan Pemerintah Kota Pontianak serta Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Kalbar dan stakeholder melakukan inspeksi mendadak, di beberapa retail besar di Kot Pontianak. Hal ini juga untuk untuk memastikan panganan yang dijual memenuhi standar dan aturan yang ada.

Satu diantara retail yang didatangi tom gabungan adalah Mitra Anda, satu persatu etalase produk disambangi untuk mengecek kemasan, tanggal kadaluarsa, serta izin edar dan persyaratan lainnya yang telah ditentukan.

Tidak ada temuan berarti di Mitra Anda, bahkan tim Sidak mengawadi hingga gudang penyimpanan dan melihat secara langsung proses return barang telah ditarik kembali.

Kepala BBPOM Pontianak, Susan Gracia Arpan menegaskan bahwa pihaknya melakukan pengawasan rutin sesuai dengan fungsi instansinya.

Sejauh ini ketika melakukan tinjauan dilapangan, baik di Kota Pontianak pangan yang ada relatif aman. Terutama pada swalayan yang telah dikunjungi, ia menegaskan sudah cukup paham tentang pengawasan pangan ada.

Ia pun mengimbau kepada konsumen untuk cerdas dalam membeli dan mengkonsumsi barang, jangan lupa cek Kemasan, Label, Izin Edar dan Kadaluarsa (KLIK).

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved