Ramadan

Gerbang Ramadan, Cara Kota Singkawang Sambut Bulan Puasa dan Hari Raya Idul Fitri

Gerbang Ramadan menjadi satu di antara cara Kota Singkawang menyambut bulan suci ramadan dan hari raya Idulfitri 1440 H.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gerbang Ramadan menjadi satu di antara cara Kota Singkawang menyambut bulan suci ramadan dan hari raya Idulfitri 1440 H di Jalan Diponegoro, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Rabu (8/5/2019). 

Gerbang Ramadan, Cara Kota Singkawang Sambut Bulan Puasa dan Hari Raya Idul Fitri

SINGKAWANG - Gerbang Ramadan menjadi satu di antara cara Kota Singkawang menyambut bulan suci ramadan dan hari raya Idulfitri 1440 H.

Gerbang di Jalan Diponegoro, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat yang menjadi pintu masuk ke pusat Kota Singkawang ini dihias dengan bentuk miniatur masjid berwana hijau. Ciri khas pada umumnya umat Islam di Nusantara.

Tak hanya gerbang, sepanjang Jalan Diponegoro, Masjid Raya, bundaran 1001 dan beberapa titik lainnya ikut bersolek menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan jejeran tanglung yang tergantung membentang jalan.

Ramadan Fair yang digagas Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie dan Wakil Wali Kota Singkawang, Irwan di awal tahun pertama kepemimpinan mereka 2018 lalu menjadi destinasi wisata baru di Kota Singkawang.

Dipenuhi beragam kegiatan seni budaya dan berbagai stand makanan maupun UMKM lainnya yang dipusatkan di Mess Daerah, Jalan Merdeka, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat menjadi magnet hiburan masyarakat Kota Singkawang.

Baca: Mahasiswa ADI Sambas Laksanakan Kafilah Dakwah

Baca: STOP PRESS: Lionel Messi Jalani Tes Doping Usai Barcelona Dihancurkan Liverpool di Stadion Anfield

Baca: Syahrini Pamer Masakan Buka Puasa Buatannya untuk Reino Barack, Masak Ikan Sampai Sebanyak Ini

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengajak masyarakat untuk ikut merayakan dengan menghias lingkungan tempat tinggalnya.

"Diharapkan masyarakat yang merayakannya menghias lingkungannya," pinta Tjhai Chui Mie, Rabu (8/5/2019).

Ramadan fair yang baru hadir dua tahun belakangan ini menjadi wujud toleransi dari keragaman yang ada di Kota Singkawang.

Hampir setiap hari besar keagamaan, seluruh masyarakat Kota Singkawang ikut merayakan. Masyarakat memeriahkan dengan menghias kota dan meramaikan serta memenuhi lokasi pusat kegiatan.

Di awal tahun menjadi agenda nasional di Kota Singkawang dengan kemeriahan Festival Imlek dan Cap Go Meh.

Pada pertengahan tahun, Ramadan Fair menjadi kemeriahan dalam menyambut bulan suci ramadan dan hari raya Idulfitri.

Sebagai penutup akhir tahun, Singkawang Christmas Day memeriahkan perayaan Natal dan menyambut tahun baru menjadi keceriaan bagi masyarakat Kota Singkawang.

Setara Institute merilis hasil penelitian yang mengukur soal promosi dan praktik toleransi di 94 kota di Indonesia pada tahun 2018.

Kota Singkawang didaulat menjadi Kota Tertoleran di Indonesia dengan skor 6.513.

Chui Mie mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan yang penting lagi FKUB sehingga bisa mendapatkan peringkat ini.

Masyarakat Kota Singkawang mampu menjaga hubungan baik antar umat beragama sehingga baru bisa Kota Singkawang mendapatkan prestasi ini.

Baca: STOP PRESS: Lionel Messi Jalani Tes Doping Usai Barcelona Dihancurkan Liverpool di Stadion Anfield

Baca: Polisi Kawal Ibawah Tarawih di Masjid Agung Babul Ulum Kabupaten Landak

Baca: Syahrini Pamer Masakan Buka Puasa Buatannya untuk Reino Barack, Masak Ikan Sampai Sebanyak Ini

"Penghargaan ini bukan hasil kami berdua saya dan pak Irwan, tetapi hasil seluruh masyarakat Kota Singkawang. Merekalah yang menjaga dan menunjukkan ini semua," katanya.

Chui Mie mengaku tak tahu aspek apa saja yang menjadi penilaian oleh Setara Institute sehingga menempatkan Kota Singkawangsebagai peringkat pertama kota tertoleran di Indonesia.

Namun dirasakan dalam berbagai momentum yang diewatin seperti Cap Go Meh bisa dilewatin dengan baik meski hari Jumat termasuk Ramadan Fair-nya dan ke depan Natal.

Ini menunjukkan saling menghargai antar umat beragama di Kota Singkawang.

Bukan hanya yang disampaikan atau wacanakan, tetapi di praktik kehidupan sehari hari sudah merasakan seperti itu.

Hal ini yang selalu disampaikan kepada masyarakat untuk menjaga harmonisasi yang sudah terjalin selama ini.

Dengan adanya kerukunan dan keharmonisan, bisa membuat masyarakat fokus bekerja.

Kemudian yang terpenting adalah masyarakat luas di luar Kota Singkawangyang ingin berinvestasi.

Mereka akan melihat dulu Kota Singkawangseperti apa. Baik keamanan, kepastian hukum, kecepatan dalam memberikan perizinan dan sebagainya.

"Ini yang bisa membuat investor bisa bernvestasi ke Kota Singkawang," tuturnya.

Mantan Ketua DPRD Kota Singkawang ini mengajak menjaga toleransi dengan melaksanakan 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

4 pilar ini merupakan alat pemersatu dan penyangga yang kokoh untuk kesatuan dan persatuan Indonesia.

Di dalam inilah yang membuat Indonesia menjadi besar dan bersatu di dalam NKRI.

"Kalau masyarakat Indonesia khususnya Kota Singkawang bisa selalu ingat 4 pilar ini, saya yakin toleransi ini tetap bisa kita pertahankan di Kota Singkawang," tutur Chui Mie.

Gali Potensi Budaya Lain

Wakil Wali Kota Singkawang, Irwan mengatakan ramadan fair Kota Singkawang perlu dilaksanakan setiap tahun seperti perayaan Cap Go Meh.

"Mudah-mudahan lagi nanti ada budaya-budaya yang bisa menjadi agenda tahunan," katanya, Kamis (2/5/2019).

Saat ini masyarakat sudah mengetahui ada dua agenda besar di Kota Singkawang di antaranya Cap Go Meh dan Festival Ramadan Fair.

Pemkot Singkawang akan menggali lagi potensi budaya-budaya lainnya karena Kota Singkawang ini tempat berkumpulnya beragam etnis di Indonesia.

"Nanti kita coba gali lagi," tuturnya.

Wujud Kota Tertoleran

Ramadan Fair Kota Singkawang dilaksanakan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri 1440 Hijriyah (H) yang dipusatkan di Mess Daerah, Jalan Merdeka, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang, Bujang Syukri mengatakan tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan program ramadan fair.

Ramadan fair tahun lalu dicetuskan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang dilaksanakan secara spontanitas.

"Kegiatan dilaksanakan dalam rangka bagaimana mengimplementasikan kota tertoleran di Indonesia ini," katanya, Kamis (2/5/2019).

Kegiatan ini juga untuk mewujudkan program-program yang berwawasan nasional dengan merangkul semua elemen masyarakat.

Pemkot Singkawang sudah merancang pelaksanaan Cap Go Meh yang berhasil dan telah didaftarkan sebagai event di Kementerian Pariwisata.

Kemudian mereka menginginkan adanya kegiatan yang bernuansa islami dan muncullah ramadan fair yang sudah didaftarkan pada kementerian.

"Ini agenda yang sudah kita daftarkan di Kementerian Pariwisata untuk setiap tahun dilaksanakan," tuturnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved