Wali Kota Pontianak Sampaikan LKPJ 2018, Dewan Langsung Bentuk Pansus Uji

Wako memastikan baik kesehatan, pendidikan, kesejahteraan masyarakat yang terlihat dari menurunnya angka kemiskinan telah berhasil dicapai

Wali Kota Pontianak Sampaikan LKPJ 2018, Dewan Langsung Bentuk Pansus Uji
TRIBUNPONTIANAK/Syahroni
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan LKPJ pada Wakil DPRD, Firdaus Zarin dan didampingi Wakil Wali Kota, Bahasan dan Ketua DPRD, Nurfadli, Senin (6/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Pontianak menggelar Sidang Paripurna dengan agenda mendengarkan pidato Laporan Keterangan Pertanggungjawabn (LKPJ) Wali Kota Pontianak 2018. Paripurna berlangsung di Ruang Rapat Paripurna, Kantor DPRD Kota Pontianak, Senin (6/5/2019).

Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak dan pimpinan sidang, Firdaus Zarin menjelaskan, dari penuturan Wali Kota Pontianak terhadap LKPJ 2018, menunjukan progres yang baik dari segala bidang yang ada. Namun apa yang disampaikan Wali Kota Pontianak tersebut ditegaskannya haruslah diuji kembali dengan pembentukan panitia khusus LKPJ di DPRD.

"Yang namanya LKPJ ini adalah progres report selama setahun yang dilakukan wali kota. LKPJ berbeda dengan LPJ. Kalau LPJ dulu adalah hal yang menakutkan," ucap Firdaus Zarin usai paripurna.

Baca: Reserse Narkoba Kalbar Tembak Mati Bandar Sabu

Baca: Niat Sahur dengan Lafaz & Terjemahannya, serta Manfaat Sahur bagi Kesehatan

LKPJ disampaikannya progres report yang nantinya akan dibahas di DPRD dengan mengundang organisasi perangkat daerah terkait dan dewan pakar biasanya akademisi.

"Selama setahun ini akan kita bahas didewan dengan OPD dan dewan pakar atas penyampaian wali kota apakah sesuai dengan kondisinya. Bisa jadi akan dilakukan turun lapangan melihat konsdisi ril nya," tegas Firdaus Zarin.

Setelah paripurna ia menyatakan langsung membentuk panitia khusus untuk melihat dan menguji laporan yang dismapaikan wali kota dan dilakukan cek and ricek pada OPD terkait.

Sementara itu Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono dalam menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2018 dihadapan anggota DPRD Kota Pontianak menyatakan tren pembangunan yang baik dari segala sektor meningkat.

Wako memastikan baik kesehatan, pendidikan, kesejahteraan masyarakat yang terlihat dari menurunnya angka kemiskinan telah berhasil dicapai. Sama juga dengan pembangunan fisik lainnya, ia memastikan terus berlanjut dan akan ditingkat lagi

“Intinya, banyak kemajuan-kemajuan yang kita capai. Seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), indeks kemiskinan berkurang, menurunnya angka putus sekolah, dan banyak kemajuan lainnya,” ucap Edi Kamtono.

Satu diantara yang disampaikannya dari sekian laporan yaitu Angka IPM terakhir yang dirilis oleh Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 2017 tercatat 77,93. Angka ini meningkat dibanding tahun 2016 dengan nilai 77,63.

Peningkatan IPM di Kota Pontianak yang menjadi tertinggi di Kalbar saat ini dijelaskannya karena adanya peningkatan kualitas bidang kesehatan dan pendidikan, serta terjaganya kondisi makro ekonomi yang mempengaruhi daya beli masyarakat.

“Dengan kondisi IPM Kota Pontianak yang terus naik dari tahun ke tahun, dapat diartikan bahwa pembangunan manusia di Kota Pontianak cenderung semakin baik,” jelas Edi.

Pihaknya juga akan mengupayakan tahun berikutnya untuk terus meningkatkan IPM. Selain itu, tak kalah pentingnya, meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

Penulis: Syahroni
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved