Pilpres 2019

Bawaslu RI Rencana Sidang Ajudikasi Laporan dari Prabowo-Sandiaga Uno! BPN Minta Hentikan Situng KPU

Mantan Ketua Bawaslu Jawa Tengah itu mengatakan ada dua laporan BPN yang diterima oleh Bawaslu.

Bawaslu RI Rencana Sidang Ajudikasi Laporan dari Prabowo-Sandiaga Uno! BPN Minta Hentikan Situng KPU
ISTIMEWA/net
Logo Bawaslu RI 

Bawaslu RI Rencana Sidang Ajudikasi Laporan dari Prabowo-Sandiaga Uno! BPN Minta Hentikan Situng KPU

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia berencana menggelar sidang ajudikasi (pendahuluan) atas dugaan kecurangan yang dilaporkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Senin (06/05/2019) mendatang.  

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Bawaslu RI Abhan di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, Sabtu (04/05/2019).  

Mantan Ketua Bawaslu Jawa Tengah itu mengatakan ada dua laporan BPN yang diterima oleh Bawaslu.

Pertama, terkait dugaan kecurangan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) dan lembaga survei quick count.

"(Keduanya) sedang kami pelajari. Kami kaji. Nanti hari Senin kami akan melakukan sidang ajudikasi dengan putusan pendahuluan," ungkapnya dikutip dari laman resmi bawaslu.go.id

Abhan menerangkan, dalam sidang ajudikasi tersebut akan didapati keputusan kelanjutan laporan.

Diantaranya, laporan akan diperiksa lebih mendalam atau tidak dilanjutkan.

"Jadi, apakah laporan itu dilanjutkan dengan proses pemeriksaan lebih lanjut, atau berhenti sampai pada pembacaan putusan pendahuluan. Itu Senin nanti," ungkapnya.

Ketua Bawaslu Abhan
Ketua Bawaslu Abhan ((KOMPAS.com/Fitria Chusna Farisa))

Abhan menyatakan, atas laporan dugaan pelanggaran yang telah diterima Bawaslu, semua sedang dalam proses pengkajian. Sebab, laporan yang masuk perlu memenuhi syarat-syarat formil dan materil.

Halaman
1234
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved