Pilpres 2019

Alasan Fadli Zon Sebut Salah Entry Data KPU di pemilu2019.kpu.go.id Termasuk Kecurangan

Alasan Fadli Zon Sebut Salah Entry Data KPU di pemilu2019.kpu.go.id Termasuk Kecurangan

Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
Kompas TV
Alasan Fadli Zon Sebut Salah Entry Data KPU di pemilu2019.kpu.go.id Termasuk Kecurangan 

Tapi kita tidak mendapatkan respon. Kemudian diulang tapi diulangnya seberapa jauh. 

Padahal ini secara masif itu terjadi di sana dan bukan berarti tindak pidananya itu hilang.

"Ini kelihatan kayak dibuang ke tempat sampah, kemudian dianggap tidak berlaku. Saya kira bukan itu persoalannya. Jadi kecurangan itu sudah terencana terstruktur, masif dan sistematis itu seperti suara yang di luar negeri itu menurut saya sangat serius," tegas Fadli. 

Fadli Zon melanjutkan, tidak ada di dunia ini pelaksana Pemilu meninggal dunia.

"Coba di negara mana di dunia ini, ada pelaksana meninggal sampai 300an lebih. Nggak ada di dunia ini. Sampai orang meninggal itu, itukan kayak pesawat jatoh," katanya.

Begitu juga saksi-saksi dari berbagai pihak termasuk partai politik itu kenapa mereka harus mengawal suara?

"Karena tidak percaya kepada sistem dan penyelenggaranya. Ketidakpercayaan itulah yang membuat ada pengawalan," kata Fadli Zon. 

Fadli melanjutkan, ada orang yang mencari-cari C1. Menurutnya, tidak ada di dunia ini Pemilu di negara demokratis habis Pemilu kemudian orang cari-cari C1. 

"Itu artinya Pemilu itu memang tidak bisa menjamin jujur dan adil. Ini masalahnya menurut saya, sejak awal orang tidak percaya," paparnya. 

Dirinya menegaskan, salah entry data di website KPU itu contoh salah satu kecurangan.

Fadli Zon mengatakan, kalau satu saja input data itu salah, bolehlah kita sebut kebetulan.

"Dua itu bukan kebetulan lagi. Bagaimana ini ratusan dan bahkan ribuan. BPN tadi mengumumkan ada temuan sekitar 12650 kasus dalam soal ini saja," katanya.

"Jadi menurut saya, apa namanya kalau bukan kecurangan masif yang membuat masyarakat tidak percaya bahwa suaranya itu betul-betul terefleksikan dalam Pemilu ini. Itu masalahnya," lanjut Fadli.

Menurutnya, soal kecurangan ini perlu diatasi, karena ini menimbulkan sebuah luka.

"Karena dari kecurangan itulah kita terlihat sebagai negara demokrasi tidak mampu untuk menyelenggarakan pemilu yang jujur dan adil, yang demokratis yang betul-betul mencerminkan suara rakyat," paparnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved