Dugaan ASN Pemprov Kalbar Cabuli Anak Bawah Umur, Pj Sekda Tunggu Proses Polisi

Ia juga menjelaskan pihaknya juga akan mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

Dugaan ASN Pemprov Kalbar Cabuli Anak Bawah Umur, Pj Sekda Tunggu Proses Polisi
istimewa
TERSANGKA - Penyidik Polda Kalbar mengumpulkan keterangan dari tersangka HW di Subdit Renata Ditreskrimum Polda Kalbar, Minggu (28/4) malam. HW diperiksa terkait kasus kekerasan seksual terhadap seorang anak berusia 14 tahun. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan

TRIBUNPPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Dugaan tindakan asusila terhadap gadis di bawah umur berinisial Na (14 tahun), dengan terlapor berinisial HW (53) selaku oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Kalbar, hingga saat ini pihak penyidik masih mendalami kasus tersebut.

Sementara itu Penjabat (Pj) Sekda Provinsi Kalbar, Sy Kamaruzaman menyatakan karena kasus tersebut masih berproses di kepolisian, maka pihaknya masih dalam proses menunggu. "Seperti apa hasilnya kita tunggu saja. Karena dugaan bahwa terlapor merupakan ASN Pemprov Kalbar. Kita serahkan aparat penegak hukum untuk melakukan proses," ujarnya, senin (28/4/2019)

Ia juga menjelaskan pihaknya juga akan mengedepankan asas praduga tidak bersalah. Kendati demikian jika proses hukum yang berjalan menyatakan bahwa yang bersangkutan bersalah dan dijatuhi hukuman pidana maka selain mendapatkan hukuman dari aparat hukum akan juga dijatuhkan sanksi sebagai ASN.

"Karena tindakan itu tidak sesuai dengan etika dan moral sebagai seorang ASN," ujarnya.

Baca: Oknum ASN Pemprov Kalbar Perlakukan ABG Tak Senonoh, Midji Pastikan Pecat

Baca: BRI Cabang Mempawah Serahkan Grand Prize Toyota Avanza ke Nasabah Pemenang Panen Hadiah Simpedes BRI

Sanksi yang akan diberikan itu mulai dari yang paling ringan berupa teguran lisan hingga saksi yang paling berat berupa pemecatan. Kendati demikian, pihaknya belum mengetahui secara persis siapa oknum tersebut.

Pihaknya akan koordinasikan lebih lanjut terhadap seluruh perangkat pimpinan perangkat daerah. Sebab secara keseluruhan ASN di Lingkungan pemprov ada 6ribuan untuk petugas administrasi plus guru itu ada sekitar 12 ribu.

"Kita belum dapat informasi secara detail, terduga pelaku ASN di posisi yang mana. Tapi kita yakin akan kita temukan dan akan berkoordinasi dengan polda," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPPAD Kalbar, Tumbur Manalu mengungkapkan pihaknya telah melakukan pendampingan terhadap Na (14) korban kejahatan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum ASN Pemrov Kalbar. "Untuk saat ini Komisioner KPPAD yakni ini Sulasti sudah ada di sana, untuk mendampingi proses BAP korban,"ungkapnya.

Ia mengungkapkan setelah proses pendampingan ini, pihaknya akan fokus melakukan pemulihan dari korban sendiri.

"Ada dua cara yang selama ini kita lakukan untuk korban dalam pemulihan traumanya yakni menggunakan hipnoterapi dan juga psikologi klinis. Ini untuk memastikan bahwa anak traumanya bisa pulih, supaya ia bisa kembali seperti biasanya dan tidak teringat kembali apa yang sudah dialaminya," tandas Tumbur.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved