Pemilu 2019

Tiga Orang Penyelenggara Pemilu di Mempawah Hilir Jatuh Sakit

Tiga orang jajaran penyelenggara pemilihan umum (Pemilu) 2019 di wilayah Mempawah Hilir jatuh sakit saat proses penyelenggaraan rapat pleno

Tiga Orang Penyelenggara Pemilu di Mempawah Hilir Jatuh Sakit
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Satu diantara penyelenggara Pemilu Kecamatan Mempawah Hilir yang sakit saat bertugas. 

Tiga Orang Penyelenggara Pemilu di Mempawah Hilir Jatuh Sakit

Citizen Reporter
Staf Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mempawah
Astif

MEMPAWAH - Tiga orang jajaran penyelenggara pemilihan umum (Pemilu) 2019 di wilayah Mempawah Hilir jatuh sakit saat proses penyelenggaraan rapat pleno rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara di tingkat Kecamatan.

Perhelatan pesta demokrasi telah dilakukan, tahapan pemilu yang begitu panjang tentu akan menyisakan masalah bagi penyelenggara, satu diantaranya PPK dan staf teknis PPK Kecamatan Mempawah Hilir, serta PPS Kelurahan Terusan yang harus menjalani perawatan.

Staf teknis PPK, Maulidi, dan Abdul Hamid dari PPK Mempawah Hilir, serta Neli dari PPS Kelurahan Terusan, harus menjalani perawatan karena kelelahan setelah hampir dua pekan mengurus Pemilu, dari logistik hingga rekapitulasi di PPK.

Baca: Gelar Pelatihan Kampanye Berbasis Evidence, Walhi Kalbar Libatkan Mapala

Baca: Bupati Karolin Ajak Tokoh Adat Dayak Komitmen Hentikan Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan

Baca: Gubernur Sutarmidji Beri Ucapan Dies Natalis ke-58 Tahun PMKRI Pontianak

"Bagi saya ini adalah Pemilu yang sangat berat dari Pemilu sebelumnya yang pernah saya jalani dari tahun 2013. Saya mengaku kewalahan dan harus ekstra menguras tenaga dan pikiran agar Pemilu 2019 dapat terselenggara dengan baik," ungkap Maulidi, pria yang sehari- hari yg bertugas sebagai staf Kecamatan di Mempawah Hilir dan ia juga pernah menjabat sebagai PPK dua periode di Mecamatan Mempawah Hilir.

Demikian pula yang disampaikan Ketua PPK Kecamatan Mempawah Hilir, M Syahbandi. "Kerja ekstra teman-teman di lapangan dalam menyelenggarakan Pemilu begitu berat sehingga terkadang mengabaikan kondisi fisik dan kesehatan ‎mereka," timpalnya.

Dari tiga orang jajaran penyelenggara Pemilu diwilayah kami yang tumbang jatuh sakit, sambung dia, terdiri dari PPS Terusan dan staf Teknis PPK dan PPK Mempawah Hilir.

Disampaikan dia lebih dalam bahwa, mereka jatuh sakit lantaran kelelahan dan tidak terkontrolnya pola makan dan pola istrahat selama Pemilu.

"Tiga orang yang tumbang mesti menjalankan rawat jalan karna mereka harus tetap mamaksakan badannya untuk tetap hadir atau bekerja menyelesaikan tugasnya yakni mengikuti rapat pleno sampai selesai," ujar Syahbandi.

Disinggung mengenai biaya pengobatan, menurut mereka yang jatuh sakit yakni, Maulidi, Abdul Hamid dan Neli , mereka membayar sendiri menggunakan uang pribadi.

"Banyak sekali keluhan yang kami pendam namun demi suksesnya pesta demokrasi ini jadi kami mengabaikan itu semua, yang terpenting pemilu ini sukses dan pemimpin yang terpilih dapat memberikan yang terbaik kepada masyarakat," pungkasnya. (Yak)

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved