Pilpres 2019
Update Hasil Pilpres 2019 Terbaru KPU pemilu2019.kpu.go.id, Prabowo Ungguli Jokowi di Jabar & Sulsel
Update Hasil Pilpres 2019 Terbaru KPU pemilu2019.kpu.go.id, Prabowo Ungguli Jokowi di Jabar & Sulsel
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
Hasil Pilpres 2019 di situs resmi KPU, sudah masuk dari 70.979 TPS atau 8.72 persen dari total 813.350 TPS.
Data Real Count paling baru ini tercatat pukul 11:00 WIB.
Berdasarkan hasil sementara Real Count KPU, pasangan calon Presiden 01 Jokowi - Ma'ruf Amin mengumpulkan 7.339.414 suara.
Hasil sementara Hitung Cepat KPU, pasangan calon Presiden 02 Prabowo - Sandiaga Uno mengumpulkan 6.220.999 suara.
Secara persentase, paslon 01 mengumpulkan 54,12 persen dan paslon 02 mendapat 45,88 persen, suara sementara.
Meski kalah dalam total jumlah suara, pasangan Prabowo - Sandiaga Uno sukses menang di beberapa daerah, seperti Kalimantan Barat, Jawa Barat, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan serta beberapa daerah lainnya.
Baca: Pertemuan Jokowi-Prabowo Hari Ini Urung Digelar, Juru Bicara BPN di Pilpres 2019 Ungkap Alasannya
Baca: Mahfud MD Minta KPU Harus Lebih Profesional: Masak, Salah Input Data Sampai di 9 Daerah?
Data lengkap di akhir tulisan ini.
Pakar Hukum Tata Negara, Prof Mahfud MD berharap KPU lebih profesional.
Mahfud MD mengatakan, dirinya sudah mengingatkan kepada KPU sejak awal Januari 2019.
Bahwa setelah pencoblosan, KPU akan diserang dengan berbagai isu, mulai dari kecurangan, unprofesional, memihak, diintervensi, dan sebagainya.
"Waktu itu saya ingatkan KPU harus profesional. Yang saya sampaikan di ILC itu sekarang benar terjadi," kata Mahfud MD melalui akun Twitter, Minggu (21/4/2019).
Mahfud MD melanjutkan, kekisruhan yang sekarang terjadi, antara lain, disebabkan juga oleh kurang antisipatifnya KPU dalam penanganan IT sehingga terkesan kurang profesional.
"Masak, salah input data sampai di 9 daerah? Masak dalam 3 hari baru terinput 5%? Penghitung swasta/perseorangan saja sudah lebih di atas 50%," tegasnya.
Kekisruhan yang skrang terjadi, antara lain, disebabkan jg oleh kurang antisipatifnya KPU dlm penanganan IT sehingga terkesan kurang profesional. Masak, salah input data sampai di 9 daerah? Masak dlm 3 hari baru terinput 5%?
— Mahfud MD (@mohmahfudmd) 21 April 2019
Penghitung swasta/perseorangan sj sdh lbh di atas 50%.
Mahfud Md menyatakan, keadaan seperti ini menimbulkan banyak spekulasi negatif dan semakin memperpanas suasana.