Pemilu 2019

Lima TPS di Sintang Tanpa Surat Suara Capres, 13 TPS Kalbar Coblos Ulang

Maka dari itu, ia mengharapkan pengertian dari masyrakat dan kembali mengikuti pemungutan suara ulang.

Lima TPS di Sintang Tanpa Surat Suara Capres, 13 TPS Kalbar Coblos Ulang
TRIBUNPONTIANAK/Destriadi Yunas Yumasani
Kordiv Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kalbar, Faisal Riza menunjukkan grafik pengawasan Bawaslu yang dikumpulkan secara online, di Kantor Bawaslu Kalbar, Jalan WR Supratman, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (17/4/2019) malam. Ini merupakan instrumen pendataan secara online untuk mengontrol TPS, diinput oleh pengawas TPS untuk memastikan pengawasan hari tenang, persiapan dan hari pemilihan. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI -- 

Lima TPS di Sintang Tanpa Surat Suara Capres, 13 TPS Kalbar Coblos Ulang

PONTIANAK - Kordiv Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kalbar, Faisal Riza, mengungkapkan pihaknya akan memberikan surat rekomendasi resmi kepada KPU Kalbar.

Isi surat rekomendasi tersebut adalah dilakukannya Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 13 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Tadi malam kita pleno untuk mengindentifikasi dan memutuskan beberapa kejadian pada saat pemungutan suara. Beberapa kejadian untuk didorong menjadi potensi PSU. Sesuai dengan PKPU 3 yang telah direvisi menjadi PKPU 9, mekanisme terkait dengan PSU harus ada rekomendasi dari Pengawas TPS. Kita sudah hitung sampai tadi pagi potensi PSU di Kalbar ada sekitar 13 TPS, mungkin saja ini bisa berubah karena menunggu hasil pemeriksaan Pengawas TPS," kata Faisal, Kamis (18/4/2019).

Lebih lanjut diungkapkannya, daerah yang berpotensi PSU adalah di Sintang 2 TPS, Bengkayang 1 TPS, Pontianak 1 TPS, Sanggau 1 TPS, Melawi ada 5 TPS.

Baca: Dirjen Kawasan Perdesaan Alokasikan Rp 15 Miliar ke Lima Kabupaten di Kalbar

Baca: Kalbar 24 Jam - Siswi Tewas Kecelakaan, Tunjangan Gaji Pegawai, hingga Diversi Kasus Audrey Gagal

"Ini sebab untuk menuju PSU berbeda-beda, tapi ada juga yang sama," tuturnya.

Empat poin untuk menuju PSU, kata Faisal, di antaranya karena dibuka kotak suara, KPPS melakukan pencoblosan surat suara, karena ada KPPS menghilangkan hak pilih orang, pemilih yang tidak berhak memilih dan beberapa hal lainnya.

"Ada ketidakadaan surat suara untuk pemilihan tertentu, misalnya di Bengkayang tidak ada surat suara DPD di TPS tersebut, di Sintang tidak ada surat suara Pilpres di 5 TPS, ada pemilih yang tidak berhak dan ada KPPS yang membongkar kotak suara sebelum pemungutan serta dicoblos surat suaranya di Melawi. Ini baru informasi awal, dan ini potensi karena nanti fiksnya akan kita buat rekomendasi secara resmi pada KPU," katanya.

Walaupun begitu, Faisal mengatakan jika Bawaslu akan mengcroscek ulang jumlah TPS yang berpotensi PSU.

"Kita akan memastikan hingga nanti sore, apabila kita sudah ada resminya akan disampaikan ke KPU untuk dilaksanakan PSU, dan hasil koordinasi dengan KPU juga KPU siap, ini potensi bisa saja berubah angkanya tapi sampai hari ini indikasinya seperti itu," katanya.

Halaman
1234
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved