Terkait Kasus Audrey, Mantan Presma Poltesa Singgung Masalah Moral

Anak SMP yang berusia kurang lebih 14 tahun berinisial A di keroyok oleh beberapa orang siswa SMA

Terkait Kasus Audrey, Mantan Presma Poltesa Singgung Masalah Moral
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Pahmi Ardi Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Sambas. 

Terkait Kasus Audrey, Mantan Presma Poltesa Singgung Masalah Moral 

SAMBAS - Kasus Kekerasan terhadap anak SMP yang terjadi di Kota Pontianak menyita banyak perhatian publik.

Karena sebagaimana diketahui, Anak SMP yang berusia kurang lebih 14 tahun berinisial A di keroyok oleh beberapa orang siswa SMA. Parahnya, pelaksanaannya adalah siswi Perempuan yang juga masih usia sekolah.

Menanggapi hal itu, mantan Presiden Mahasiswa (Presma) Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) Pahmi Ardi, mengatakan Kekerasan yang di lakukan oleh pelaku kepada korban tergolong begitu kejam.

Ia menuturkan, kasus tersebut sudah masuk ke KPAI Pusat laporannya. Dan menjadi sorotan Nasional, tidak lagi hanya menjadi perhatian masayarakt Kalbar.

"Ini sama sekali tidak menggambarkan moral seorang yang telah terdidk, sangat tega mereka anak SMA itu untuk mengeroyok siswa yang baru 14 tahun," ujarnya, Jum'at (12/4/2019).

Baca: Wali Kota Pontianak Apresiasi Film Sukep The Movie dan Akan Bagikan 200 Tiket Gratis

Baca: Audrey Pontianak - Kuasa Hukum Rekomendasi Dari Balai Pemasyarakatan Sanksi Sosial Selama 3 bulan

Baca: Usai #JusticeForAudrey, Tagar #AudreyJugaBersalah Kembali Trending Topik di Twitter, Terkait Visum?

Lebih lanjut ia katakan, bahwa kekerasan yang di lakukan oleh pelaku adalah hal yang sangat di luar nalar.

"Kejadian ini betul-betul sangat diluar logika sekali, anak SMA mengeroyok siswa SMP yang baru berumur 14 tahun sudah itu dikeroyok oleh lebih dari satu orang. Di tambah lagi aksi Kekerasan yang di lakukan pelaku itu sangat luar biasa sekali, bisa-bisanya anak sekoalahan Melakukan perbuatan seperti itu," ungkapnya kesal.

Mantan Kornus BEM Nusantara wilayah Kalimantan Ini juga menyampaikan bahwa hal ini sangat mengejutkan dan membuat dunia pendidikan di Kalimantan Barat menjadi tercoreng akan kejadian ini.

Di tambah lagi pelaku setelah di amankan oleh Polisi pun masih sempat-sempatnya Melakukan foto Selfi Dan mengeksposnya ke media sosial tanpa merasa bersalah sedikit pun.

"Ironi sekali ini Pelajar yang sama sekali tidak menggambarkan kalau mereka adalah seorang Pelajar. Sudah diamankan dan bersalah, eh malah sempat-sempatnya melakukan foto Selfi di kantor polisi tanpa rasa bersalah sedikitpun," katanya.

Pahmi pun menegaskan agar prilaku dapat di tindak dengan tegas oleh pihak yang berwenang.

"Harapannya Pihak yang berwenang dapat segera menindak tegas kasus ini. Dan segera memberikan rasa jera kepada para pelaku, agar kejadian ini dapat menjadi pelajaran dan tidak terulang lagi di Negeri kita ini," tutupnya.

"Sungguh sangat kita sesalkan ini saya pikir sangat mencoreng dunia pendidkkan," tutupnya.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved