Kunjungi Siswi SMP Pontianak Korban Pengeroyokan, Pemkot Pontianak Pastikan Dampingi Korban

Setelah melakukan pemantauan langsung dan melakukan pembicaraan dengan korban, mental AU sudah berangsur membaik

Kunjungi Siswi SMP Pontianak Korban Pengeroyokan, Pemkot Pontianak Pastikan Dampingi Korban
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kapolda Kalimantan Barat Irjen Didi Haryono saat menjenguk korban dan ibu korban di Rumah Sakit Promedika Pontianak, Jalan Gusti Sulung Lelanang, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/4/2019) siang. Kapolda memastikan berdasarkan pemeriksaan kesehatan tidak ada kerusakan pada bagian vital korban seperti yang viral di media sosial. 

Kunjungi Audrey, Darmanelly Sebut Keadaan Audrey Berangsur Membaik

PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak memberikan pendampingan terhadap korban penganiayaan yang dialami oleh seorang pelajar SMP berinisial AU (14) yang merupakan pelajar SMP 17 Pontianak oleh 12 pelajar SMA dengan tiga aktor utama.

Perihal pendampingan tersebut disampaikan langsung Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Pontianak, Darmanelly.

"Kita berikan pendampingan sesuai kebutuhan anak tersebut," ucap Darmanelly setelah menjenguk korban.

Kasus ini memang mendapat perhatian nasional, karena langsung datang pihak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang langsung menjenguk dimana korban dirawat intensif.

"Tadi saya bersama pihak Kementerian PPPA RI dan Pak Kapolda menjenguk langsung," ujarnya.

Baca: Pemkot Pontianak Berikan Pendampingan Pada Korban Penganiayaan 12 Siswi SMA di Pontianak

Baca: Humas Polri: Kasus Pengeroyokan Audrey Naik ke Penyidikan

Baca: Kapolresta Pontianak Jelaskan Kondisi Awal Terkait Perkembangan Kasus Audrey

Baca: Kapolresta Pontianak Jelaskan Kondisi Awal Terkait Perkembangan Kasus Audrey

Darmanelly juga menjelaskan bahwa yang bersangkutan tak bisa ditanya, terlebih masalah kebenaran apakah mendapatkan perlakuan tidak senonoh pada bagian vitalnya.

"Tapi tak bisa nanya dan dia bilang jangan tanya itu (perlakuan tak senonoh pada alat vital) lagi ya," ucap Darmanelly menirukan jawaban AU.

Setelah melakukan pemantauan langsung dan melakukan pembicaraan dengan korban, mental AU sudah berangsur membaik.

Hal itu dilihat dari motivasinya dan masih mempunyai cita-cita terhadap masa depannya.

"Jadi tadi dia cuma bilang waktu ketemu psikolog punya cita-cita mau jadi psikolog juga," katanya.

"Setelah ketemu Pak Kapolda mau jadi psikolog polisi. Lalu datang dokter dari kepolisian berubah mau jadi dokter. Menurut psikolog itu pertanda baik karena beliau masih punya cita-cita," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved