Kareena Kapoor Sedih Atas Dugaan Pegeroyokan Siswi SMP Pontianak, Dukungan Moril Lewat Instagram
Kareena Kapoor Sedih Atas Kasus Audrey, Beri Dukungan Moril Lewat Instagramnya. Kasus Audrey (14) siswi SMP dikeroyok 12 Siswi SMA secara...
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
Kareena Kapoor Sedih Atas Dugaan Pegeroyokan Siswi SMP Pontianak, Beri Dukungan Moril Lewat Instagram
Kasus siswi SMP dikeroyok 12 Siswi SMA secara brutal di Pontianak kini jadi sorotan dunia.
Media asing turut menyoroti kasus ini.
Berita kasus ini hingga sampai ke negeri Bollywood.
Kareena Kapoor Khan satu di antara aktris Bollywood turut prihatin atas kasus menimpa korban.
Lewat instagram miliknya, Kareena Kapoor memberi dorongan moril untuk korban.
Ia ingin Audrey kuat dan mengajak semua orang berdoa untuk korban.
"We are all here with you Audrey.
So sad and sickening to hear about this news..
Child abuse is no joke.
Let's send all our prayers towards Audrey and her family," tulis caption Kareena Kapoor di instagram miliknya.
"Kami semua di sini bersamamu Audrey.
Sedih dan memuakkan mendengar tentang berita ini ..
Pelecehan anak bukan lelucon.
Mari kita kirim semua doa kita ke Audrey dan keluarganya."
Baca: Merinding Haru Hingga Menangis, Atta Halilintar Ingin Bertemu Audrey di Pontianak
Baca: Kasus Audrey Jadi Sorotan Dunia, Hotman Paris Minta Jokowi Segera Tangani
Baca: Awkarin akan ke Pontianak Memperjuangkan Hak Audrey dan Hak Kemanusiaan
Tak hanya Kareena Kapoor yang ikut prihatin atas kasus ini, sejumlah netizen juga mendoakan pelaku harus segera dihukum.
@banggvidd: Harus banget DIHUKUM. Gak pake yang namanya "pikirin masa depan pelaku"!!! Pelakunya aja gak mikirin masa depan KORBANNYA kok. Ngapain mikirin masa depan PELAKU!
@da3_dila: Siap2 kalian nak dengan apa yg sudah kalian lakukan terhadap audrey..
@ninasakina08: Drop Out dari Sekolah. Blacklist dari semua instansi pendidikan. Hukum ya hukum ga peduli bekingan pejabat. Allah Maha Adil. Doa orang terdzalimi ijabah InsyaAllah.
@farrahelga: Dasar anak gila! Ortunya sibuk bgt kali sampe ga bisa ngedidik/kontrol anak sampe jadi begini. Pergaulan pergaulan ckck
@nurilla.aina: Semoga polisii tidaak tergiur dgn uang, semoga kasus ini cpt di tangani, dan pelaku cpt di tangkap di kasi hukuman yg adil bgi audrey.
Audrey kini tengah menjalani perawatan.
Kasus tersebut juga telah ditangani pihak kepolisian setempat dan terus dikembangkan dalam proses penyelidikannya.
Menurut Kanit PPA Polresta Pontianak, Iptu Inayatun Nurhasanah pihaknya baru saja menerima limpahan berkas dari Polsek Pontianak Selatan.
"Kita baru saja mendapatkan limpahan berkasnya," ucap Nurhasah saat diwawancarai, Senin (8/4/2019).
Lanjut disampaikannya dalam proses pengembangan kasus ini akan memanggil pihak orangtua korban.
"Kita akan panggil orangtua korban," pungkas Inayatun.
TENGKORAK KEPALA DAN DADA DIPERIKSA
Saat ini korban pengeroyokan yang merupakan siswi SMP tengah mendapatkan perawatan intensif.
Terduga pengeroyok diduga 12 pelajar tingkat SMA dan berasal dari berbagai SMA di Kota Pontianak
Bahkan saat ini, tengah dilakukan pemeriksaan bagian tengkorak kepala dan dada untuk mengetahui trauma yang diakibatkan dari pengeroyokan tersebut.
Pemeriksaan dilakukan di Unit Radiology, Rumah Sakit Mitra Medika, Senin (8/4/2019).
Sebelumnya, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono meminta pihak kepolisian dan dinas pendidikan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kejadian kekerasan antar sesama pelajar ini.
Ini merupakn preseden buruk terhadap dunia pendidikan yang ada di Kota Pontianak.
Baca: Keluarga Korban Penganiayaan Siswi SMP, 12 Siswi SMA Bungkam, Kasusnya Naik di Polresta Pontianak
Baca: Edi Kamtono Minta 12 Pelaku Penganiayaan Siswi SMP dapat Perhatian Serius dan Beri Efek Jera

KRONOLOGI
Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar menggelar konferensi pers terkait persoalan yang tengah menjadi perbincangan khalayak ramai tentang penganiayaan yang dilakukan oleh 12 pelajar dari berbagai SMA terhadap seorang siswi SMP 17 Pontianak.
KPPAD selaku lembaga yang bergerak dibidang perlindungan anak akan memberikan pendampingan baik pada korban maupun pada pelaku.
Wakil Ketua KPPAD, Tumbur Manalu yang hadir saat konferensi pers menceritakan kronologi kejadian penganiayaan tersebut.
Tumbur Manalu menjelaskan, kejadian pengeroyokan terhadap korban yang merupakan siswi SMP tersebut dua pekan lalu.
"Kejadian dua pekan lalu, Jumat (29/3/2019) namun baru dilaporkan pada orangtuanya, hari Jumat (5/4/2019) ada pengaduan ke Polsek Pontianak Selatan. Kemudian kita dari KPAD langsung menerima pengaduan," ucap Manalu saat memberikan keterangan di Kantor KPPAD, Senin (8/4/2019).
Ia menjelaskan korban tidak melapor karena mendapat ancaman dari pelaku, pelaku mengancam akan berbuat lebih kejam lagi apabila korban melaporkan pada orangtua.
"Korban merasa terintimiddasi sehingga tak berani melapor, namun setelah dilaporkan pada pihak kepolisian, pada hari itu langsung ada proses mediasi di Polsek Pontianak Selatan, proses sidiknya terhadap pelaku masih berjalan," tambahnya.
Pada kesempatan itu, Tumbur Manalu menceritakan kronologi awalnya terjadinya pengeroyokan secara brutal dari 12 pelajar SMA terhadap siswi SMP tersebut dari penjemputan yang dilakukan para pelaku terhadap korban di rumahnya.
"Korban sebenarnya berada di rumah, kemudian dia dijemput terduga pelaku dari 12 orang itu. Sebetulnya aktor utama 3 orang dan sisanya membantu atau tim hore," ucap Manalu.
Korban dijemput dengan alasan ada yang mau disampaikan dan diomongkan.
Jadi dengan seperti itu, korban bersedia ikut bersama pelaku dan dibawa ke Jalan Sulawesi.
Ini Lokasinya: Jalan Sulawesi
Pada saat penjemputan korban tidak menyadari, dirinya akan dianiaya.
Sebab dia dijemput dengan alasan mau ngobrol.
"Ketika dibawa ke Jalan Sulawesi korban diinterogasi dan dianiaya secara brutal oleh pelaku utama tiga orang dan rekannya yang membantu ada 9 orang sehingga total ada 12 orang," katanya.
Korban dianiaya di dua lokasi, selain di Jalan Sulawesi, korban juga dianiaya di Taman Akcaya.
Sebetulnya, berdasarkan hasil yang didapatkan KPPAD, target pelaku bukanlah korban yang saat ini. Tapi kakak sepupu korban.
"Permasalahan awal karena masalah cowok, menurut info kakak sepupu korban merupakan mantan pacar dari pelaku penganiayaan ini.
Di media sosial mereka saling komentar sehingga pelaku menjemput korban karena kesal terhadap komentar itu," tambahnya.
KPPAD berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan, karena dengan adanya proses hukum akan memberikan dampak kemudian hari pada mereka yang masih anak dibawah umur. (*)