Bupati Jarot Khawatir Kesalahan Saat Pencoblosan

Jarot Winarno mengaku ikut langsung berpartisipasi dalam kegiatan Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2019

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Sintang Jarot Winarno saat melakukan pencoblosan pada kegiatan Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2019 di Kabupaten Sintang Tahun 2019 bertempat di Indoor Apang Semangai, Selasa (9/4/2019) kemarin 

Bupati Jarot Khawatir Kesalahan Saat Pencoblosan 

SINTANG - Bupati Sintang Jarot Winarno mengaku ikut langsung berpartisipasi dalam kegiatan Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2019 yang digelar KPU Kabupaten Sintang di Depan Indoor Apang Semangai kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Jarot juga ikut langsung dalam simulasi memilih. Sebab itu, dia mengingatkan kepada petugas penyelenggaraan pemilu bahwa pentingnya memperhatikan rata-rata durasi waktu untuk memilih.

“Kita perlu memperhatikan durasi waktu rata-rata mencoblos dengan 5 kartu itu sekitar 4 menit per orang. Kita perlu antisipasi apabila masyarakat datang beramai-ramai agar dapat terlayani dengan baik,” katanya, Rabu (10/4/2019) siang.

Baca: Hairiah Himbau Masyarakat Jaga Kondusivitas Jelang Pemilu

Baca: Demi Jenguk Siswi SMP Pontianak Korban Bully 12 Siswa SMA, Atta Halilintar Batalkan Jadwal Acaranya

Baca: FOTO: Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol M H Ramli Beri Penjelasan Kepada Keluarga Korban

Selain itu, Jarot juga meminta penyelenggara pemilu perlu memperhatikan masyarakat Kabupaten Sintang yang banyak tinggal di kampung-kampung dan SDM nya tentu tidak seperti masyarakat yang tinggal di kota.

"Mendidikan mereka masih rendah perlu diperhatikan secara khusus. Kadang kita yang di kota saja masih bisa keliru dalam proses pencoblosan karena surat suara yang cukup banyak jumlahnya,” kata Jarot.

Lebih lanjut, menurutnya untuk masyarakat yang disabilitas gangguan kejiwaan, buta huruf itu nanti akan dibantu. Tapi dengan catatan tidak diarahkan pilihannya, hanya saja akan ada pendampingan dari petugas.

“Saya kira yang akan menjadi sangat kesulitan nanti itu menentukan memilih untuk anggota DPRD baik di tingkat provinsi sampai ke kabupaten karena yang tertera di surat suara itu hanya nama dan nomor," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved