Zulfydar Harap Masyarakat Lihat Figur Daripada Jual Beli Suara

Zulfydar Zaidar Mochtar berharap agar masyarakat cerdas dan tidak terpengaruh walau dengan jual beli suara

TRIBUNPONTIANAK/Ridho Panji Pradana
Zulfydar Zaidar Mochtar 

Zulfydar Harap Masyarakat Lihat Figur Daripada Jual Beli Suara

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satu diantara caleg DPRD Pontianak, Zulfydar Zaidar Mochtar berharap agar masyarakat cerdas dan tidak terpengaruh walau dengan jual beli suara.

"Memang soal dukungan daripada caleg kepada masyarakat ataupun jual beli suara karena saling membutuhkan dan hal ini bukan barang baru yang terjadi," katanya, Selasa (09/04/2019).

Walaupun memang, kata dia, sekarang pengawasan juga banyak dilakukan selain daripada Bawaslu.

"Artinya kita lihat kecendrungan figur orang sekarang, kita tidak usah liat siapa yang melakukan tapi figur orang. Figur yang menyuarakan publik, rekam jejak bagus baik pendatang baru maupun inkamben," tuturnya.

Baca: Hadiri Rakor, Ramlana: Komitmen Bersama Untuk Mencegah dan Memberantas Peredaran Narkoba

Baca: Soompi Awards, BTS Penyanyi No 1 Korea Selatan, Inilah Nama-nama Penyanyi Korea yang Lambungkan BTS

Baca: Gelar Rakor, Kepala BNN Mempawah Harap Seluruh Stakeholder Bisa Membuat Rencana Aksi

Karena jika suara diperjual belikan ataupun money politik, menurut Zulfydar membuat komposisi di parlemen menjadi tidak baik.

"Yang terjadi sekarang yang namanya parlemen harus mampu bicara, lidah dari masyarakat, harus mampu menyampaikan apa yang terjadi dimasyarakat. Namun kalau tidak mampu menyuarakan yang ada dimasyarakat yaitu saya pikir berapapun yang dikeluarkan, akibat yang terjadi kualitas DPRD tidak akan signifikan sesuai diharapkan masyarakat," jelasnya.

Padahal, kata Zulfydar banyak cara para caleg untuk meraup simpati dari masyarakat.

"Sebenarnya semua tidak dibenarkan (money politik, red), banyak alat dan cara untuk menyampaikan pemikiran, baik media sosial, media elektronik, media cetak, banyak sekali yang bisa disampaikan. Saya harap masyarakat dapat melihat figur calon, rekam jejak, tolak money politik yang kedudukannya sudah tidak tepat lagi, jangan sampai masyarakat mengeluh karena keterwakilan tidak berhasil karena diwakilkan calon-calon itu (money politik, red)," tukasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved