Pileg 2019

Erwin Tpl Tobing Harap Masyarakat Tolak Jual Beli Suara

Mantan Kapolda ini mengungkapkan jika dirinya juga pernah ditawarkan, namun ia menolak dengan tegas hal tersebut.

Erwin Tpl Tobing Harap Masyarakat Tolak Jual Beli Suara
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dapil Kalimantan Barat, Irjen Pol (Purn) Drs.Erwin TPL Tobing 

Erwin Tpl Tobing Harap Masyarakat Tolak Jual Beli Suara

PONTIANAK - Satu diantara Caleg DPR RI asal Kalbar, Irjen Pol (purn) Erwin Tpl Tobing berharap agar masyarakat cerdas dan menolak adanya jual beli suara ataupun money politik.

"Saya sangat tidak menyukai dan tidak akan melaksanakannya, transaksi jual beli berarti begitu dibayar 100-150 ribu putus, lima tahun lagi baru bisa berhubungan, itukan sangat menyedihkan, kasian rakyatnya," kata Erwin, Selasa (9/4/2019).

Walaupun memang, Mantan Kapolda ini mengungkapkan jika dirinya juga pernah ditawarkan, namun ia menolak dengan tegas hal tersebut.

"Kalau dia beli 100 ribu suaranya, dia menang dalam lima tahun, dia kasi 100 ribu satu orang, kalau dibagi lima 20 ribu setahun, dibagi 12 alangkah kecilnya, itu sangat merendahkan masyrakat dan saya seumur ini tidak membeli jabatan, saya tidak akan jual beli, saya banyak ditawarkan, tapi saya tidak akan melayani," tuturnya.

Baca: Batalyon Terima Ambulance dan Motor dari BRI

Baca: Kapolres Lakukan Analisa dan Evaluasi Operasi Mantap Brata

Anggota Komisi III DPR RI ini pun menilai, dengan masih maraknya jual beli suara merupakan bentuk tidak memberikan pendidikan kepada rakyat.

"Saya sangat mengecam, ditawarkan iya, tapi saya bilang tidak, karena umur segini saya sudah mantan pejabat, masa saya harus cari jabatan dengan cara uang, ndak lah, maka saya akan berjuang, kalau toh gak dapat ya sudah, tapi untuk membayar masyarakat saya tidak akan lakukan, kita membodohi rakyat," katanya.

Maka dari itu, Caleg PDI Perjuangan ini pun menerangkan jika dirinya selalu memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Saya juga mengingatkan rakyat, begitu anda dibeli, putus lima tahun tidak bisa kontak, tapi kalau saya terpilih, siapapun lima tahun saya siap membantu. Saya secara pribadi saya katakan saya tolak, karena saya mantan pejabat, mantan Kapolda, masa saya juga mengikuti jual beli, tapi saya bagaimana bisa berbakti pada bangsa dan negara, serta Kalbarnya. Anak saya Kapolres, dan ada yang Hakim, kalau saya melayani jual beli, saya sangat malu," tukasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved