Telkomsel Komitmen Menjadi Operator Pencegah Hoaks
Vice Presiden ICT Network Telkomsel, Samuel Pasaribu mengatakan Telkomsel sebagai salah salah satu operator telekomunikasi Indonesia
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Madrosid
Telkomsel Komitmen Menjadi Operator Pencegah Hoaks
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BALI - Vice Presiden ICT Network Telkomsel, Samuel Pasaribu mengatakan Telkomsel sebagai salah salah satu operator telekomunikasi Indonesia komitmen untuk mencegah penyebaran Hoax di Indonesia.
Hal itu ia sampaikan saat kegiatan Media Gathering Telkomsel, di Klapa Resort Bali, Kamis (4/4/2019) malam.
Menurutnya, saat ini upaya yang telah dilakukan oleh Telkomsel adalah dengan memastikan bahwa semua data pelanggan adalah benar.
"Pertama kami harus memastikan bahwa data pelanggan yang ada di kami itu valid. Jangan Sampai ketika muncul hoax itu datanya palsu," ujarnya.
Baca: Distribusi Logistik di Serawai 80 Persen Lewat Jalur Air, Ada yang Desa Paling Jauh Jaraknya
Baca: Suporter Bersorak Kala Ari Memukul Jatuh Petinju Thailand
Baca: Cara Pemkab Sambas Dorong Keterbukaan Informasi Publik
"Kedua, ini adalah berbicara tentang masalah dunia Maya. Kami pastikan bahwa kami juga berperan aktif untuk mensosialisasikan larangan penyebaran Hoax," tegasnya.
Ia menuturkan, selain memastikan semua data pelanggan adalah benar adanya. Pihaknya juga melakukan sosialisasi berkaitan dengan larangan Hoax.
Dengan demikian diharapkan, masyarakat Indonesia bisa lebih memahami dan tidak mudah menyebarkan konten-konten yang belum jelas sumbernya.
Selain itu, juga ada program internet baik dari Telkomsel. Dimana dalam program tersebut dimaksudkan untuk mendidik agar mastarakat tidak menyalahgunakan internet.
Namun sebaliknya, masyarakat harus mengambil manfaat dari internet dengan menggunakannya sebagai media bersosialisasi, salah satunya adalah Pemasaran.
"Ketiga di Telkomsel ada program internet baik, itu kami keliling ke daerah-daerah untuk mensosialisasikan bahwa penggunaan internet itu untuk yang baik-baik. Seperti bagaimana mendidik agar menggunakan internet untuk pemasaran, untuk mencari beasiswa bagi pendidikan dan lainnya," tuturnya.
Dengan demikian, ia sekali lagi menegaskan dengan begitu masyarakat nantinya takut untuk menyebarkan Hoax.
"Harapan kami dengan begitu pelaku akan takut untuk melakukan penyebaran Hoax," tutupnya.