Ini Pesan Dekan Fakultas Teknik Untan saat Peringati Isra Miraj

FAKULTAS Teknik Untan menggelar peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Musala Al-Istiqomah Fakultas Teknik Untan pada Sabtu (06/04/2019).

Ini Pesan Dekan Fakultas Teknik Untan saat Peringati Isra Miraj
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
ISRA MIRAJ - Suasana peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan pengajian bersama civitas akademika Fakultas Teknik Untan di Musala Al-Istiqomah Fakultas Teknik Untan, Sabtu (06/04/2019). 

"Kami menamakannya setiap kegiatan yang ada menjadi kelompok kokurikuler dan ekstrakurikuler. Kami membawa fakultas ini kepada arah yang memperkuat akademik action. Meskipun perayaan ini berkaitan erat dengan bidang-bidang pengembangan minat dan bakat, serta pengembangan diri yang bernuansa keagamaan, namun ini juga dalam rangka menumbuhkembangkan karakter dan jati diri mahasiswa Fakultas Teknik,” katanya.

Mahasiswa lainnya, kata Dekan, juga diberikan kesempatan yang sama dalam kelompok agama selain bernuansa Islam.

“Nah, tentu saja kita juga kembangkan kegiatan-kegiatan akademik itu untuk memberikan kesempatan kepada mereka agar bisa saling berkompetisi, baik sesama mahasiswa ditingkat lokal, regional, serta nasional. Serta kami juga memberikan perluasan akses bagi mereka yang manakala juga bisa menjangkau event-evnet yang bernuansa internasional,” katanya.

Upaya ini, lanjutnya, akan memberikan impact yang kuat bagi lingkungan Fakultas Teknik. “Karena siapa saja dari mereka yang bisa berhasil berangkat mengikuti event-event tersebut, dan setelah mereka kembali akan menjadi agent object, sehingga temannya dapat dipengaruhi dari pengalaman yang mereka ceritakan setelah mengikuti kompetisi di ajang-ajang internasional,” jelasnya.

Dari kegiatan-kegiatan itu, papar Dekan, pihaknya mengedepankan akademik action yaitu pada keunggulan-keunggulan akademik. “Sesuai dengan misi kita untuk menghasilkan luaran yang bermoral Pancasila, berakhlak mulia dan tentu juga berkarakter," tegasnya.

Ia juga mengapresiasi panitia yang berasal dari berbagai organisasi. "Setiap kita adalah bersaudara. Mungkin kita punya impian yang sama, tapi cara untuk memperjuangkan idealisme itu berbeda-beda. Nah, seperti yang digambarkan ada panitia yang berasal dari HMI, PMII dan Al-Istiqomah. Walau berdesain asal, tetapi memiliki tujuan yang sama. Oleh karena itu kita jangan sampai terlena akan perbedaan, ukhuwah harus dipertahankan," pujinya.

Ketika mempunyai perbedaan pandangan dalam konteks akademik, lanjutnya, harus diselesaikan dalam sebuah diskusi.

“Harus berani menghargai perbedaan satu sama lain. Apabila belum memiliki rezeki untuk memiliki kesempatan kesamaan pandangan, tidak berarti kita saling menjauhkan satu sama lain. Mahasiswa itu ukhuwahnya harus dijaga, silaturahminya pun juga harus dijaga," pesannya. (*)

Penulis: Iin Sholihin
Editor: Iin Sholihin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved