Dilantik Jadi Kepsek SDN 10 Suwak Medang, Welly Harap Adanya Bantuan Untuk Sekolahnya

Kepala Sekolah SDN 10 Suwak Medang, Kecamatan Ketungau Hulu, Welly Nono menjadi satu di antara 87 kepala sekolah

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Kepala Sekolah SDN 10 Suwak Medang, Kecamatan Ketungau Hulu, Welly Nono menjadi satu di antara 87 kepala sekolah yang dilantik oleh Kepala Disdikbud Sintang di Gedung PGRI Kabupaten Sintang, Kamis (28/3/2019) pagi. 

Dilantik Jadi Kepsek SDN 10 Suwak Medang, Welly Harap Adanya Bantuan Untuk Sekolahnya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Sekolah SDN 10 Suwak Medang, Kecamatan Ketungau Hulu, Welly Nono menjadi satu di antara 87 kepala sekolah yang dilantik oleh Kepala Disdikbud Sintang di Gedung PGRI Kabupaten Sintang, Kamis (28/3/2019) pagi.

Welly mengucapkan terimakasih kepercayaan atas jabatan kepala sekolah yang diberikan kepadanya. Menurutnya perlu waktu 8 jam perjalanan untuk bisa menghadiri acara pelantikan tersebut dari Ketungau Hulu.

"Cukup panjang perjalanan dari Ketungau Hulu ke Sintang, jadi dengan telah dilantik ini saya merasa lega dan bersyukur. Ini adalah amanat yang dipercayakan dan mudah-mudahan bisa saya jalankan dengan sebaik-baiknya," ujar Welly.

Baca: Jadwal Latihan Bebas MotoGP Argentina 2019: FP1 MotoGP & Moto2 Digelar Jumat Malam Live BT Sport 2

Baca: Kemenag RI Ingatkan Panitia, Penggunaan Anggaran STQ Harus Akuntabel & Tepat Guna

Baca: Kepala BKPSDM Sintang Minta Kepsek Jalankan Tugas Pokok Manajerial di Sekolah

Sebagai kepala sekolah di SD yang berada di wilayah perbatasan Malaysia, menurutnya memang selama ini pihaknya masih terkendala dengan masalah sarana prasarana dan akses yang sulit dalam berbagai bidang.

"Kita di perbatasan, daerah Ketungau Hulu masih sangat ketinggalan dari segi akses transportasi, komunikasi, listrik, dan sebagainya. Jadi untuk mendukung pendidikan memang perlu akses dulu supaya bantuan datang," katanya.

Untuk sarana dan prasarana sendiri, di berharap ada penambahan ruangan atau lokal kelas kemudian perlengkapan mengajar. Sedangkan untuk guru, menurutnya sudah cukup baik dengan adanya bantuan guru garis depan (GGD).

"Harapan kami sarana dan prasarana harus dimasukkan ke daerah kami. Kalau guru kami bersyukur ada 3 orang guru GGD, kemudian PNS ada 3 orang, dan ditambah lagi dengan tenaga gurubhonorer 3 orang," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved