BNI Tingkatkan FLPP untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Kalimantan
Iwan menilai peluang untuk rumah subsidi sangat besar. Bahkan menurutnya terus terbuka lebar karena terus dibutuhkan dan harga terjangkau.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Jamadin
BNI Tingkatkan FLPP untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Kalimantan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Meningkatkan proporsi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah, BNI turut memberikan kredit perumahan rakyat baik komersil maupun FLPP bersubsidi, Sabtu (23/3/2019).
Kehadiran, Head of Consumer Retail BNI Kanwil Banjarmasin yang mewadahi wilayah Kalimantan, Iwan Ali Fahmi mengatakan pihaknya saat ini terus gencar meningkatkan proporsi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah.
Kegiatan penandatanganan 146 PKS dengan pengembang dan Akad Kredit Massal 1.946 Debitur di seluruh Indonesia dilakukan secara serentak di 85 Kota yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca: Ngopi Bareng OSO, Kapolda: Sebagai Pemersatu Lintas Etnis
Baca: Diburu Juventus dan Real Madrid, Mohamed Salah Tegaskan Komitmen Bersama Liverpool
"Untuk di Kota Pontianak sendiri ada sekitar 28 debitur FLPP, dan kita yakin serta optimis untuk pengembangan FLPP agar lebih bisa akan menyalurkan lebih banyak kredit hingga akhir 2019 karena banyak nilai tambah yang kami tawarkan, terutama kemudahan dalam bertransaksi dengan basis pembayaran secara cashless, baik mobile banking, sms banking, dan untuk aplikasi pengajuan kredit melalui
eForm. Ini kami sediakan sebagai langkah nyata menuju cashless society," Sebut Iwan.
Langkah yang diambil BNI, lanjutnya, baik di Kalbar dan Kalsel merupakan daerah yang baik dari segi nilai dan jumlah unit yang porsinya besar yang bergerak di FLPP
"Sedangkan di daerah lainnya masih perlu ditingkatkan karena lebih banyak bergerak di rumah komersil. Kita berharap melalui adanya kegiatan akad kredit massal ini untuk FLPP semakin maksimal," katanya.
Iwan menilai peluang untuk rumah subsidi sangat besar. Bahkan menurutnya terus terbuka lebar karena terus dibutuhkan dan harga terjangkau.
"Sedangkan untuk rumah komersil dipengaruhi perekonomian dunia termasuk soal nilai tukar dolar. Sehingga bisnis di sektor rumah subsidi yang baik. Apalagi FLPP tersebut juga untuk mendukung program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi rakyatnya terutama MBR," pungkasnya.