Ratusan Petani Dilatih Gunakan Pestisida Dengan Baik dan Benar
Ratusan petani yang ada di Landak mendapat pelatihan penggunaan pestisida dengan baik dan benar
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Madrosid
Ratusan Petani Dilatih Gunakan Pestisida Dengan Baik dan Benar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Ratusan petani yang ada di Landak mendapat pelatihan penggunaan pestisida dengan baik dan benar oleh Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (alishter) bekerjasama dengan Komisi Penggunaan Pupuk Pestisida (KP3) Kalbar di Ngabang pada Selasa (19/3/2019).
Direktur Pelaksana Alishter Ir Syafrizal menerangkan, alishter ini memfasilitasi beberapa perusahaan untuk melaksanakan pelatihan sesuai dengan amanat peraturan Menteri Pertanian nomor 39 tahun 2015 tentang pendaftaran pestisida.
"Untuk diketahui, Alishter ini sendiri berdiri tahun 2014. Sampai tahun 2018 kami telah melaksanakan pelatihan di 111 Kabupaten/Kota dengan melibatkan 12.207 petani," ujar Ir Syafrizal kepada Tribun disela-sela melaksanakan pelatihan bertempat di Aula Cafe Raos Ngabang.
Baca: MotoGP Indonesia, Pemerintah Bangun Jalan Khusus Sepanjang 17 KM dari Bandara ke Sirkuit Mandalika
Baca: Brigjen Suyatmo Ungkap Kronologi Lengkap, Detik-detik Penangkapan Narkotika Ratusan Kilo
Baca: VIDEO: Aksi Tanam 1000 Pohon Oleh Balai Taman Nasional Gunung Palung
Dijelaskannya lagi, tujuan utama dari pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan wawasan petani. Bagaimana cara mengelola pestisida secara baik dan benar, serta menghindari dampak negatif terhadap petani sendiri mau pun terhadap lingkungan.
"Untuk tahun 2019 ini kami melaksanakan pelatihan di 46 Kabupaten/Kota dan 27 Provinsi. Kebetulan Landak adalah jadwal kami ke dua untuk seluruh Indonesia," katanya.
Dirinya berharap, adanya kegiatan yang dilaksanakan ini karena memang peraturan Menteri yang menyatakan bahwa yang menggunakan pestisida terbatas adalah orang yang mempunyai sertifikat.
"Artinya orang yang mempunyai sertifikat itu tidak bisa diberikan secara cuma-cuma. Tentunya harus diberikan pelatihan, ini yang kita laksanakan," ungkapnya.
Kemudian untuk membekali petani ini, pihaknya mendatangkan narasumber dari Komisi Pengawasan Pupuk Pestiida Provinsi Kalbar. "Narasumber menyampaikan tentang sedikit peraturan pestisida terbatas, bagaimana petani itu bisa memahami dan membaca label," ungkapnya.
Kemudian bagaimana caranya mencegah keracunan. "Kemudian juga upaya pertolongan pertama untuk kecelakaan terhadap pestisida," jelasnya.
Satu diantara peserta Mitno mengaku sangat senang dengan adanya pelatihan. "Karena sebagai petani kita dibimbing, artinya memberikan yang terbaik buat petani. Bagaimana cara menggunakan pestisida dan menghindari bahayanya," tuturnya.
Mitno yang datang dari Desa Aur Sampuk, Kecamatan Sengah Temil ini pun menambahkan, dengan adanya pelatihan ini membuktikan bahwa pemerintah peduli kepada para petani. "Karena petani dibanggakan dan diuntungkan," jelasnya.
Baca: KPU Kubu Raya Pastikan Tidak ada WNA yang Masuk di DPT
Baca: KPU Kubu Raya Pastikan Tidak ada WNA yang Masuk di DPT
Baca: Bawaslu Sebut KPU Pontianak Tolak Masyarakat Urus DPTb
Ia juga menerangkan bahwa selama ini untuk segi keamanan dalam penggunaan pestisida memang sudah dilakukan. "Tapi dengan adanya pelatihan ini, kita lebih tambah banyak mendapat ilmu dan pengetahuan," bebernya.
Sementara itu Ketua Alishter Kalbar Chairudin mengatakan, kegiatan pelatihan yang dilaksanakan kali ini sudah yang ke empat. Sebelumnya di (Sambas, Singkawang Bengkayang), (Kubu Raya, Sintang), (Sekadau, Sanggau.
"Kali ini di Landak dan Mempawah. Ini setiap tahun kita laksanakan dan ini tahun ke empat. Jadi kita buat pelatihan, bagaimana cara dan benar dalam penggunaan pestisida," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ratusan-petani-landak-mengikuti-pelatihan-dari-alishter-dan-kp3.jpg)