Dukung Rencana Pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar, Misni: Impian Masyarakat
Misni mengungkapkan, pembanggunan jembatan tersebut adalah impian masyarakat Sambas.
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Jamadin
Dukung Rencana Pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar, Misni: Impian Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Misni Safari mengatakan DPRD sangat menyambut baik rencana pembangunan jembatan Sungai Sambas Besar.
"Kita dari DPRD ataupun unsur pimpinan DPRD sangat menyambut baik itu (Pembanggunan jembatan-Red). Bahwa ada rencana untuk pembangunan Jembatan Sungai Sambas besar ini harus kita sambut dengan suka cita dan penuh dengan rasa syukur," ujarnya, Senin (18/3/2019).
Misni mengungkapkan, pembanggunan jembatan tersebut adalah impian masyarakat Sambas.
Karena dengan demikian akan mempermudah akses dan usaha masyarakat, dan bisa menyambungkan satu dengan yang lainnya.
Baca: Keluarga Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Pukul Kepala Terdakwa Haris Simamora
Baca: Remaja Selandia Baru Diancam 14 Tahun Penjara Karena Sebarkan Video Aksi Teror Masjid Christchurch
"Karena memang Jembatan Sungai Sambas besar ini adalah harapan seluruh masyarakat Sambas. Sebenarnya itu buman hanya orang Jawai yang akan merasakan, tapi semuanya," tegas Misni.
Baca: Buka Rapat Kerja ke-IV DPD Hidayatullah Ketapang, Ini Pesan Staf Ahli Edi Junaidi
"Itu untuk memudahkan kita berpergian, memudahkan kita berusaha dan sebagainya. Artinya multiplayer effect dari pada Jembatan itu sangat banyak sekali," ungkap Misni.
Misni juga mengatakan, dirinya merasa bersyukur dan berterima kasih karena jembatan itu akan segera dibangun.
"Maka dari itu kita sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah provinsi dan seluruh stakeholder yang telah berjuang memperjuangkan Jembatan Sungai Sambas Besar," tuturnya.
Ia menambahkan, rencana pembangunan jembatan Sungai Sambas Besar itu rencananya sudah dimulai sejak lama dan baru akan terealisasi dalam waktu dekat ini
"Katanya dulu dari zaman Pak Akil Mochtar anggota DPR RI dan panitia yang mengusulkan jembatan itu. Lalu di masanya Pak Burhannudin, kemudian Bu Juliarti, dan kemudian di lajutkan lagi di tahun 2016 ini," katanya.
"Alhamdulillah kami mungkin persoalan titik pun kini sudah ada titik terangnya, karena provinsi dan pusat akan menancapkan tiang pertama itu Kita wajib bersyukurlah," tutupnya.