Gerakan Sekolah Batas Negeri Gelar Workshop Untuk Relawan yang Akan Berangkat ke Entikong

Aidil Andani mengatakan Workshop ini diberikan kepada relawan mengenai skill dan keterampilan

Penulis: Anggita Putri | Editor: Tri Pandito Wibowo
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Project Officer gerakan sekolah batas negeri, Aidil Andani saat mengisi workshop Untuk Relawan Yang Akan Berangkat ke Entikong di hotel Ibis, Jalan Jendral Ahmad Yani, kota Pontianak. 

Gerakan Sekolah Batas Negeri Gelar Workshop Untuk Relawan yang Akan Berangkat ke Entikong

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK- Gerakan sekolah batas negeri memberikan workshop kepada relawan-relawannya yang nantinya akan diberangkatkan menuju perbatasan Entikong, di lantai 3 Hotel Ibis, Jalan Jendral Ahmad Yani, Kota Pontianak, sabtu ( 16/3/2019).

Project Officer gerakan sekolah batas negeri, Aidil Andani mengatakan Workshop ini diberikan kepada relawan mengenai skill dan keterampilan yang akan dipergunakan dalam menjalankan tugas sebagai relawan di sekolah batas negeri yang akan dilaksanakan pada tanggal 13 sampai 19 Juli 2019.

“Seperti cara berpikir kritis, negotiation, kompleks problem solving, kolaborasi, komunikasi efektif, project management,” ujar Aidil Andani.

Baca: LIVE STREAMING: Sedang Berlangsung Debat Cawapres, Maruf Amin dan Sandiaga Uno Saling Adu Gagasan

Baca: BREAKING NEWS: Video Jago Merah Lahap Deretan Ruko di Jalan Komyos Soedarso

Baca: PREDIKSI Derby della Madonnina AC Milan Vs Inter Milan, Skor Akhir, Starting Eleven & Head to Head

Melalui kegiatan ini, relawan diharapkan mampu memberikan dedikasinya setinggi mungkin tidak hanya untuk kepentingan project tapi juga berguna untuk lokasi-lokasi yang menjadi tujuan, yakni sekolah-sekolah yang ada di perbatasan.

Adapun relawan-relawan yang siap berpartisipasi untuk project ini merupakan mahasiswa-mahasiswa dari beberapa universitas ternama di Pontianak dan sekitarnya.

Seperti Universitas Tanjungpura, Universitas Panca Bhakti, dan Universitas Muhammadiyah. Terbagi lagi dari berbagai jurusan dari basicnya lingkungan, videografi, jurnalistik, dan sebagainya.

"Dari sini kita harap berbagai perbedaan basic ini mereka punya suatu ide kreatif, dan ide tersebut bisa memecahkan masalah yang ada dilokasi tujuan (sekolah di perbatasan),” ujar Aidil.

Kegiatan ini pun mendapat dukungan penuh oleh kedutaan besar Amerika Serikat yang ada di Jakarta.

Selain itu ada pihak-pihak lain yang juga diajak bekerja sama, antara lain Universitas Tanjungpura, dan beberapa komunitas yang turut serta membantu segala kebutuhan hingga gerakan sekolah batas negeri ini agar bisa dilaksanakan.

Selain itu, gerakan ini juga telah menentukan berbagai program-program yang akan diberikan selama kegiatan ini berlangsung di Entikong. Seperti pelatihan kepada guru-guru dan murid tingkat SMP dan SMA diperbatasan.

Untuk guru ditekankan kepada metode-metode yang efektif dalam proses belajar mengajar, serta dapat menyesuaikan konten yang saat ini sudah diberlakukan di nasional agar mereka tak tertinggal.

"Untuk konsep yang akan diberikan kepada pelajar disana masih dirundingkan, diharapkan konsep ini bisa kita selesaikan dalam waktu dekat,” ujar Aidil saat ditemui usai workshop.

Ia juga berharap sekolah batas negeri ini kedepannya mempunyai sifat jangka panjang, yang artinya tak hanya berhenti pada satu kegiatan seperti ini.

Tentunya dengan harapan dapat memberikan dampak yang lebih luas kepada pelajar dan guru yang ada di perbatasan negara.

Ia juga menuturkan, beberapa problem yang kerap hadir di lingkungan sekolah perbatasan seperti banyaknya siswa yang putus sekolah, kemiskinan, minimnya pengetahuan, dan sebagainya.

Jadi disini, gerakan sekolah batas negeri mencoba untuk mengubah hal tersebut, dengan sasaran utamanya adalah pola pikir dan pola tingkah laku anak-anak yang berada di wilayah perbatasan Entikong.

“Kita utamakan untuk gurunya, karena peran guru itu vital dan melalui ini diharapkan guru-guru dapat memberikan metode pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan. Karena salah satu yang akan kita bawa dan coba kita ubah nantinya adalah sistem pembalajaran dan pengetahuan,”

Lebih lanjut, ia mengatakan akan mencoba untuk menggaet seluruh pihak terkait untuk bersama-sama bergabung dukung program sekolah batas negeri ini.

Tidak hanya dukungan dana, namun berbagai dukungan seperti kerja sama dalam upaya mencapai tujuan utama program gerakan sekolah batas negeri ini.

“Tentu semua pihak akan kita coba untuk kerja sama dalam mensukseskan gerakan sekolah batas negeri ini," ujar Aidil kembali.

Dukungan yang diberikan tak hanya soal menyoal uang, yang terpenting adalah untuk mencapai tujuan utama yaitu menciptakan kemandirian, baik itu secara sosial, pendidikan, dan ekonomi yang ada di perbatasan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved