Dihantam Ombak, Perahu yang Angkut 8 Calon Siswa Polri Tenggelam di Teluk Bintuni
Namun, dalam saat melintas di depan Muara Kali Sebyar, perahu yang diawaki oleh Wangge Kinder itu dihantam gelombang besar.
Dihantam Ombak, Perahu yang Angkut 8 Calon Siswa Polri Tenggelam di Teluk Bintuni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sebuah perahu long Boat fibe bermesin Jhonson 25 PK dan 15 PK, yang mengangkut delapan calon siswa Polri tenggelam dihantam ombak besar di Muara Kali Sebyar, Distrik Tomu, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Minggu (10/3/2019).
Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf Alberth Rodja mengatakan, ada 10 penumpang di perahu tersebut dimana delapan penumpang merupakan calon siswa (casis) Polri.
Kecelakaan laut ini terjadi sekitar pukul 09.30 WIT.
Baca: Korban Luka KRL Anjlok di Bogor Capai 17 Orang, Penumpang Ungkap Detik-detik Kecelakaan
Baca: KRL Anjlok Tertimpa Tiang Listrik di Antara Stasiun Cilebut dan Bogor, Evakuasi Tunggu Alat Berat
Baca: VIDEO: Terkait Korban Tenggelam di Jawai, Ini Kesaksian Syahrial
"Jumlah penumpang ada 10 orang, 8 diantaranya merupakan warga yang hendak mendaftar menjadi calon casis Polri," ujar Mathias saat dikonfirmasi, Minggu.
Mathias mengatakan, perahu tersebut berangkat dari Kampung Sebyar Rejosari, sekitar pukul 08.45 WIT ke arah Teluk Bintuni.
Namun, dalam saat melintas di depan Muara Kali Sebyar, perahu yang diawaki oleh Wangge Kinder itu dihantam gelombang besar.
Perahu terbalik dan tenggelam.
"Kebetulan di dekat para korban ada perahu nelayan, sehingga mereka berhasil diselamatkan dan selanjutnya melapor ke Polsek Aranday," sebut Mathias.
Setelah memperoleh laporan, petugas dari Polsek Aranday tiba di lokasi dan membawa para korban kembali ke Kampung Sebyar Rejosari.
Steven Wiwin Marianto Mitan Tewas Tenggelam di Pantai Namangkewa
Sebelumnya musibah tenggelam juga menimpa Yakobus Manuel alis Steven (19) dan Wiwin Marianto Mitan (22) ditemukan tewas tenggelam di Pantai Namangkewa, Kecamatan Kewapante, 7 Km arah timur Kota Maumere, Pulau Flores, Propinsi NTT.
Keduanya merupakan korban tewas keempat dan kelima di pantai tersebut.
“Tapi kali ini dua korban sekaligus. Ini mengerikan. Tahun 2014 satu korban, tahun 2017 satu korban dan tahun 2018 satu korban. Namun setelah tenggelam, orang selam langsung ketemukan,” kisah Heri Tunggal warga Namangkewa kepada POS-KUPANG.COM, Kamis siang.
Baca: Anggar Mempawah Siapkan Atlet Seleksi Sea Games 2019
Baca: Video: Live Streaming PSM Makassar Vs Persipura Jayapura, Sedang Berlangsung Live Indosiar
Ia menuturkan semua musibah ini terjadi ketika korban mandi namun dua korban mengalami musibah Kamis pagi terseret gelombang besar yang mendadak muncul.
“Gelombang tadi pagi sampai sekarang besar sekali. Kejadian sebelumnya tidak ada gelombang seperti ini,” ujar Heri.
Saat itu, kata Heri, setelah korban tenggelam, warga setempat melakukan penyelaman dan menemukannya.
Umumnya korban tersangkut batu karang di sekitar tiang dermaga fery ini.
Heri sering menyelam dan memanah ikan di Dermaga Feri Namangkewa mengatakan, di tiang-tiang dermaga terdapat banyak batu karang.
Tiga korban sebelumnya ditemukan tersangkut di sekitar tiang dermaga.
Ia menduga kedua korban tenggelam Kamis pagi, terserat dan berada di kedalaman sekitar dermaga feri atau sebelah timur dari dermaga feri yang juga terdapat karang.
Kondisi laut bergelombang dan angin kencang menyulitkan upaya pencari korban.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perahu yang Angkut 8 Calon Siswa Polri Tenggelam di Teluk Bintuni"