Konflik Kang Daniel Wanna One dengan Agensi Meruncing, Asosiasi Produser Hiburan Korea Turun Tangan
Sebelumnya media Korea Selatan, Market News, melaporkan bahwa Kang Daniel ingin mengakhiri kontraknya dengan LM Entertainment.
Penulis: Marlen Sitinjak | Editor: Marlen Sitinjak
Konflik Kang Daniel Wanna One dengan Agensi Meruncing, Asosiasi Produser Hiburan Korea Turun Tangan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - The Korea Entertainment Producer’s Association (KEPA) atau Asosiasi Produser Korea Entertainment merilis pernyataan resmi mengenai konflik antara Kang Daniel Wanna One dan agensinya LM Entertainment.
KEPA berada di bawah yurisdiksi Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan yang membawahi 408 perusahaan industri hiburan.
Berspesialisasi dalam musik, pertunjukan, dan manajemen.
Baca: BTS, EXO, TWICE, BLACKPINK dan SEVENTEEN Resmi Dapat Sertifikasi Platinum dari Gaon Chart
Baca: tvN Pamer Foto-foto Pembuatan Film Komedi Romantis Korea, Ada Kim Jae Wook dan Park Min Young
Asosiasi merilis pernyataan sebagai berikut:
Halo. Ini adalah Asosiasi Produser Hiburan Korea.
Kami merilis pernyataan resmi karena ada laporan terus menerus mengenai konflik antara LM Entertainment dan Kang Daniel yang mengandung kesalahpahaman.
Asosiasi Produser Hiburan Korea mengikuti prinsip tidak melakukan intervensi dengan tergesa-gesa ketika sebuah agensi dan artis bekerja untuk mencapai kesepakatan.
Jika kedua pihak secara resmi meminta mediasi, asosiasi dapat memberikan bantuan untuk penyelesaian damai.
Namun, dalam situasi saat ini, yang paling bisa dilakukan oleh asosiasi adalah hanya mengawasi kedua pihak untuk membuat penyelesaian damai.
Asosiasi prihatin tentang konflik ini yang mengarah ke tindakan hukum, dan jika kedua pihak secara resmi meminta mediasi, kami akan menengahi sehingga kesepakatan dapat dibuat dan akan memberikan dukungan sehingga agensi dan artis dapat melanjutkan kegiatan.
Terima kasih.
Sebelumnya, diketahui Kang Daniel telah menunjuk seorang pengacara untuk membelanya dalam konflik dengan agensinya LM Entertainment.
Kang Daniel Vs LM Entertainment
Artis idola asal Korea Selatan Kang Daniel memberi pernyataan resmi tentang kabar ia ingin mengakhiri kontrak dengan agensinya, LM Entertainment.
Membuka pernyataan yang disampaikan di fan cafe-nya itu, Minggu (3/3/2019) malam, Daniel berterima kasih kepada para penggemar yang setia menanti kabar darinya.
"Sekali lagi saya minta maaf telah membawa kabar tidak mengenakkan. Seperti berita yang muncul tak terduga hari ini, saya memang berselisih paham dengan LM Entertainment," kata Kang Daniel.
Pemuda 22 tahun itu menjelaskan perselisihan itu disebabkan LM Entertainment belum menyerahkan pengelolaan semua akun media sosial atas namanya.
Mantan member boyband Wanna One itu sudah berkali-kali meminta agar ia bisa mengelola sendiri akun media sosialnya.
Ia ingin lebih sering dan leluasa berkomunikasi para penggemar melalui media sosial atas namanya tersebut.
"Perusahaan menolak menyerahkan akun-akun itu secara sukarela dan ternyata berita tentang perselisihan itu keluar hari ini," papar Daniel.
Baca: Uji Coba, Pesawat Cessna 208 Caravan Berhasil Mendarat di Singkawang
Baca: Menegangkan! Alarm Kebakaran Pesawat Jet Menyala, Pemeran Aquaman Harus Mendarat Darurat
Sebelumnya media Korea Selatan, Market News, melaporkan bahwa Kang Daniel ingin mengakhiri kontraknya dengan LM Entertainment.
Namun LM mengklarifikasi kabar itu.
Agensi itu membenarkan telah menerima permintaan dari pihak Kang Daniel.
Namun permintaan itu adalah perubahan beberapa klausul kontrak, bukan pemutusan kontrak.
"Saat ini kami mendiskusikan beberapa modifikasi klausul kontrak tersebut," kata LM Entertainment, Minggu.
Agensi itu mengakui bahwa ada perbedaan pendapat dengan Kang Daniel.
Mereka menyatakan akan melakukan yang terbaik untuk mencapai kata sepakat.
Berdasarkan pernyataan itu, Kang Daniel masih akan bergabung dengan LM Entertainment untuk debut solonya pada April mendatang.
Kang Daniel mulai bergabung dengan LM Entertainment pada 1 Februari 2019 setelah kontraknya dengan MMO Entertainment berakhir pada 31 Januari lalu. (*)