REI Kalbar Target 5500 Unit Rumah Tahun 2019

Ketua Dewan Pengurus (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Kalbar, Isnaini mengatakan di tahun 2019 setidaknya sudah 80 perusahaan

REI Kalbar Target 5500 Unit Rumah Tahun 2019
TRIBUN PONTIANAK/MASKARTINI
Satu di antara perumahan murah di Parit Mayor. DPD REI Kalbar menargetkan pembangunan 7.000 unit rumah di Kalbar. 

REI Kalbar Target 5500 Unit Rumah Tahun 2019

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Dewan Pengurus (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Kalbar, Isnaini mengatakan di tahun 2019 setidaknya sudah 80 perusahaan yang telah melakukan registrasi ulang ke REI.

Proses registrasi ulang ini akan terus berlangsung sampai ditutupnya pendaftaran ulang. Jumlah ini merupakan setengah dari jumlah perusahaan yang tergabung di tahun 2018 lalu, yakni sebanyak 180 perusahaan.

Berkaitan dengan go publik yang diterapkan oleh PT Bursa Efek Indonesia, Isnaini menjelaskan jika di tahun 2019 perusahaan-perusahaan yang tergabung di REI belum bisa memenuhi syarat untuk Go Public, tidak menutup kemungkinan dua atau tiga tahun ke depan syarat itu mampu dipenuhi.

Baca: Kerugian 34 Kapal Terbakar di Jakarta Mencapai Rp 23,4 Miliar

Baca: Foto-foto Konferensi Pers Terkait Pengembalian 4500 Ekor Arwana Irian yang Akan Diselundupkan

Baca: Motor Matic Ngadat, Ini Penyebabnya

Baca: Coffee Station Aston Pontianak Hotel, Kini Hadir Untuk Anak-anak

Hal itu menjadi ambisinya, karena ketika suatu perusahaan mampu go publik akan banyak kemudahan-kemudahan yang didapati. Misalnya saja terkait penyertaan modal dari PT. Bursa Efek Indonesia yang kemudian bisa digunakan untuk pengembangan usaha atau bisnis.

Mengenai perkembangan bisnis, disebutkan dia saat ini untuk yang bersifat komersial sendiri masih lesu udara. Sedangkan untuk tipe yang lebih kecil atau yang bersubsidi saat ini masih berjalan seperti biasa.

"Targetnya di tahun 2019 nanti tipe rumah bersubsidi bisa mencapai sampai 5.500 unit. Namun untuk sementara, memasukinya awal bulan Maret ini data tersebut belum bisa diblow up secara pasti, sebab masih dalam proses pendataan," ujarnya.

Lanjutnya, masih banyak pembenahan untuk percepatan sertifikasi tanah dan untuk listrik dari PLN kini jauh lebih baik. Dikatakannya di tahun 2018 yang terealisasi dari REI sekitar 4600 unit rumah, dan yang komersil sekitar 200 unit.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved