Dyah Sebut Perbedaan Ibarat Pelangi Yang Terdiri dari Banyak Warna

Forum Pemuda Peduli Keberagamaan Gelar dialog bersama dengan Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, tokoh Agama Kabupaten Kubu Raya

Dyah Sebut Perbedaan Ibarat Pelangi Yang Terdiri dari Banyak Warna
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Dyah Oktari, Mahasiswi IAIN yang ikut dialog Forum Pemuda Peduli Keberagamaan 

Dyah Sebut Perbedaan Ibarat Pelangi Yang Terdiri dari Banyak Warna

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID,KUBURAYA - Forum Pemuda Peduli Keberagamaan Gelar dialog bersama dengan Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, tokoh Agama Kabupaten Kubu Raya, pihak kepolisian, dan pihak terkait, di Ballroom Hotel Dangau, Rabu (27/2/2019).

Bertajuk melalui dialog dan Ngopi Bareng, kita rawat keberagaman, saling menghargai serta menjaga silaturahmi menuju pemilu damai 2019, Dyah Oktari (20) satu di antara peserta dialog yang berasal dari kalangan muda mengatakan bahwa dari dialog bersama ini dirinya mendapat banyak pencerahan.

Dyah yang merupakan mahasiswa IAIN Jurusan Perbankan Syariah, semester 6, menyampaikan bahwa dari hasil dialog yang ada ia tambah mengerti akan arti perbedaan.

Baca: Pontura Gilas Bima 5-2, Mashudi Bangga Penampilan Yang Disajikan Tim

Baca: Real Madrid Vs Barcelona, Akankah Kutukan Lionel Messi di El Clasico Copa del Rey Berakhir?

Baca: Terkait Kasus Asusila 2 Karyawati, Pihak Perusahaan New Material Belum Dapat Dikonfirmasi

"Yang Dyah tangkap, perbedaan itu pasti, dan biasa, tergantung kita menghadapinya. Contohnya tadi, sangat banyak perbedaan yang ada di forum tadi, tapi semuanya bise punya tujuan sama,"ujarnya.

Ia menilai, perbedaan merupakan sebuah hal yang indah layaknya pelangi.

"Perbedaan itu indah, kayak pelangi, tapi kalau kita cuma suka 1 warna dan berharap pelangi cuma warna yang kite suka, maka tidak semue orang akan suka pelangi,"terangnya.

Dari hasil dialog, ia mengatakan bahwa perbedaan tidak akan membulkan masalah, namun akan menjadi tambahan ilmu.

"Terus ternyata perbedaan tu nda selalu menimbulkan masalah, tapi juga bisa menjadi pelajaran baru, bahkan referensi bagi orang lain yang pendapat nya juga berbeda. Ibaratkan suatu ilmu, sempurnanya ilmu itu karna ada banyak teori yang berbeda dari beberapa tokoh yang berbeda, tapi tujuan nya sama,"jelasnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved