Citizen Reporter

IPNU Kubu Raya Gelar Dialog Kebangsaan, Ini Permasalahan Yang Dibahas

Disamping tahun politik kali ini, kerap kali menemukan ujaran ujaran kebencian yang ditebarkan oleh oknum- oknum elit

Penulis: Syahroni | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Poto bersama. 

Citizen Reporter
Pengurus IPNU Kubu Raya, Ulil Absor

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC.IPNU) Kubu Raya, Kembali Gelar Dialog Kebangsaan di Aula Pondok Pesantren Sunan Ampel (PPSA) Jalan Sultan Agung, Kecamatan Rasau Jaya, Kubu Raya, Minggu (24/2/2019) sore.

Kegiatan yang dimulai dari Pukul 14.00 WIB - 16.30 WIB tersebut diikuti dan dihadiri oleh peserta dan kader sekitar 50 orang. 

Turut serta dihadiri Ketua MWCNU Rasau Jaya, Ketua PAC Gerakan Pemuda Ansor Rasau Jaya,Banser Raja, Ketua IPPNU Kubu Raya dan Pengurus PAC IPNU IPPNU Rasau Rasau Jaya,Sungai Raya dan Sungai Kakap serta partisipan Remaja Masjid Almuhajirin Rasau Jaya.

Baca: Terpantau Cerah, Siang Ini Kubu Raya Diprediksi Hujan Lokal

Misli Saputra Ketua IPNU Kubu Raya dalam Sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan dialog tersebut. Untuk kesekian kalinya dan kedua kalinya kembali digelar di pondok pesantren Sunan Ampel. Dialog Kebangsaan yang mengangkat tema "Gerakan Bersama Menangkal  Bahaya Paham Radikalisme". 

Harapan semoga kegiatan ini berdampak positif dan memberikan narasi narasi yang dapat membentengi kader IPNU IPPNU yang hadir pada kesempatan dialog kebangsaan lebih paham dengan bahaya radikalisme.

Kiyai Muhammad Shohib selaku Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Rasau Jaya sebagai keynote speaker pada momentum dialog kebangsaan tersebut memaparkan  bahwa kader NU dan kader IPNU IPPNU harus selalu peka terhadap isu masalah yang sedang berkembang saat ini. 

Disamping tahun politik kali ini, kerap kali menemukan ujaran ujaran kebencian yang ditebarkan oleh oknum- oknum elit  untuk memberikan statmen agar masyarakat takut.

"Nah, tugas kalian sebagai generasi mellenial harus membantah dan patahkan dengan memberikan pandangan yang positif. Hari ini isu yang menjadi trending topik menghadapi pesta demokrasi adanya statmen kriminalisasi ulama yang disampaikan oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Mengambil keuntungan dari hal tersebut dengan hoaks. Sehingga munculah paradigma pemikiran  radikalisme melalui cuci otak," ujarnya.

Baca: Terpantau Cerah, Siang Ini Kubu Raya Diprediksi Hujan Lokal

Baca: Jadwal Final Piala AFF Indonesia Vs Thailand, Prediksi & Link Live Streaming LIVE RCTI Jam 18.30 WIB

Organisasi yang tidak terorganisir dengan baik akan hancur oleh kebatilan yang terakomodir terorganisir. Maka dari itu selalu kuatkan benteng aqidah dengan Ahlussunnah Waljamaah.

Radikalisme hari ini yang merupakan paham menyimpang dengan ideologi akidah Ahlussunnah Waljamaah. Dengan Adanya sekongon khilafah dari dalam dan luar negeri yang ditanamkan di Indonesia dengan pemahamannya. 

Sebagai wujud antisipasi dan menangkal bahaya paham radikalisme dengan perjuangan yang telah diperjuangkan oleh para pendiri, tokoh tokoh bangsa. Saat ini kita  harus mengawal institusi hukum yang pincang mengakibatkan oknum oknum penebar kebencian dan radikalisme terus dirongrong untuk menghalalkan segala cara dapat ditindak lanjuti dengan tegas. 

"Tetap kuatkan 4 Pilar kebangsaan dengan nilai agama dan ideologi akidah Ahlussunnah Waljamaah lebih mantap sehingga kita sebagai aktifis pelajar mampu mempersempit gerakan radikalisme," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved