Lima Tahun Bertempur di Suriah, Putra Ulama Radikal Ingin Kembali ke Inggris

Dia telah ditahan di pusat penahanan karena orang-orang Turki tidak menginginkannya, begitu juga dengan Inggris

(THE SUN / YOUTUBE)
Sufyan Mustafa (24), putra dari ulama radikal Abu Hamza. Mustafa mengatakan bahwa dirinya ingin kembali ke Inggris, tempat dirinya lahir dan dibesarkan. 

Lima Tahun Bertempur di Suriah, Putra Ulama Radikal Ingin Kembali ke Inggris

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sufyan Mustafa (24), salah satu putra dari ulama radikal Abu Hamza dikabarkan ingin kembali ke Inggris, setelah lima tahun bertempur di Suriah.

Mustafa adalah anak ketujuh dari sembilan bersaudara. Mantan mahasiswa ilmu komputer itu meninggalkan keluarganya di West London dan pindah ke Suriah pada 2013. Saat itu dia masih berusia 19 tahun.

Dia mengaku pertempur bersama kelompok pemberontak yang menentang rezim Bashar al-Assad, namun Pemerintah Inggris memutuskan untuk mencabut kewarganegaraannya karena dituduh terlibat dengan jaringan teroris.

Sang ayah, Abu Hamza, adalah seorang ulama yang dikenal radikal karena mendukung serangan teror terhadap WTC di AS pada 11 September 2001.

Dia telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh AS pada 2014 setelah didakwa terlibat dengan 11 aksi teror.

Baca: Bukan Mencegah, Malah Asyik Rekam Tyas Sancana Bunuh Diri Loncat dari Gedung Transmart

Namun, alih-alih kasus yang menjerat sang ayah, Mustafa menegaskan dirinya tidak seperti ayahnya dan bakal mengajukan banding atas pencabutan kewarganegaraannya oleh pemerintah Inggris.

Dilansir The Sun, salah satu sumber yang mengaku teman dekat Mustafa mengatakan, putra sang ulama telah dicegah saat hendak terbang ke Inggris melalui Turki pada akhir tahun lalu.

"Dia ingin mengajukan banding atas keputusan yang mencabutkewarganegaraan Inggris miliknya," kata sumber itu.

"Mustafa diberitahu bahwa dia dapat terbang dari Turki ke Maroko, namun dia tidak mau."

"Dia memang bukan tidak memiliki kewarganegaraan karena bisa pergi ke Maroko. Tidak ada kewajiban bagi Inggris untuk menerimanya kembali," lanjut pernyataan sumber kepada The Sun.

Disampaikan rekan Mustafa, dia pernah mencoba memasuki Turki bersama anggota kelompok pemberontak lainnya pada tahun lalu untuk mencari perlindungan.

"Dia telah ditahan di pusat penahanan karena orang-orang Turki tidak menginginkannya, begitu juga dengan Inggris."

"Tetapi Sufyan tidak ingin pergi ke Maroko dan dia sangat ingin kembali ke sini (Inggris)," ujarnya.

Kasus Mustafa ini kembali mengingatkan pada cerita Shamima Begum, perempuan asal Inggris yang ingin kembali setelah sempat bergabung dengan ISIS.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags
Suriah
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved